Ilmuwan Temukan Bakteri Laut yang Tak Terdeteksi Sistem Kekebalan Manusia

Minggu, 28 Maret 2021 - 21:15 WIB
loading...
A A A
Untuk mengujinya, salah satu pemimpin studi ini, menjelaskan, para peneliti harus menemukan bakteri yang tidak mungkin pernah melakukan kontak sebelumnya dengan sistem kekebalan mamalia. Mereka memilih tempat yang jauh di tengah Samudera Pasifik, di Kawasan Lindung Kepulauan Phoenix di Kiribati, 1.650 mil barat daya Hawai.

"Ini bukan hanya lautan dalam, tetapi bagian laut yang paling dalam, kuno, terpencil dan terlindungi," kata rekan penulis studi, Randi Rotjan, ahli ekologi kelautan Universitas Boston.

"Kedalamannya 4.000 meter, tidak ada mamalia yang menetap, dan itu di ruang Khatulistiwa di mana bahkan tidak akan ada paus," kata Rotjan, mengacu pada fakta bahwa paus cenderung berkembang biak di satu belahan Bumi dan memberi makan di belahan Bumi lainnya, sehingga mereka hanya akan melintasi ekuator saat bermigrasi.

"Ini adalah tempat yang baik untuk menemukan secara masuk akal bakteri yang sama sekali berbeda dari bakteri yang berinteraksi dengan kita di darat," tandasnya

Sesampai di sana, para peneliti menggunakan kapal selam jarak jauh untuk mengumpulkan bakteri laut dari sampel air, spons, bintang laut, dan sedimen, sebelum menumbuhkannya menjadi 117 spesies yang dapat dibudidayakan. Setelah mengidentifikasi ciri-ciri bakteri mereka, para peneliti memperkenalkan 50 strain ke tikus dan sel kekebalan manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Studi: 2 dari 5 Orang...
Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 12: Suasana Kampung Berubah Mencekam, Mila Cemaskan Kondisi Ayah Mertuanya
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Berita Terkini
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved