Ilmuwan Temukan Bakteri Laut yang Tak Terdeteksi Sistem Kekebalan Manusia

Minggu, 28 Maret 2021 - 21:15 WIB
loading...
Ilmuwan Temukan Bakteri...
Sel manusia dan tikus hanya mengenali 20% spesies bakteri yang ditemukan bermil-mil di bawah permukaan Samudera Pasifik. Para peneliti di atas R/V Falkor di Kepulauan Phoenix. Foto/Schmidt Ocean Institute/Live Science
A A A
JAKARTA - Bakteri yang belum pernah ada di Bumi baru saja ditemukan oleh para peneliti dan bahayanya, ini tidak bisa dideteksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia . Baca juga: Stasiun Luar Angkasa Internasional Diserang Bakteri Asing, Apa Ini Ulah Alien?

Laman Live Science melaporkan, bakteri yang ditemukan berada lebih dari satu mil di bawah permukaan Samudera Pasifik mendobrak dunia sains kesehatan. Bakteri ini mungkin baru saja melenyapkan salah satu asumsi paling lama yang dipegang oleh imunologi.

Bakteri itu dikabarkan sangat asing bagi manusia. Dampaknya, sel-sel kekebalan kita tidak mencatat keberadaannya sehingga membuatnya sama sekali tidak terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia.

Ini benar-benar bertentangan dengan salah satu prinsip klasik imunologi -bahwa sistem kekebalan manusia berevolusi untuk dapat mendeteksi setiap mikroba sehingga dapat menangkap mikroba yang menular.

"Idenya adalah bahwa sistem kekebalan adalah generalis, tidak peduli apakah sesuatu itu ancaman atau tidak, itu hanya menghilangkannya. Tapi tidak ada yang benar-benar menekan asumsi itu sampai sekarang," ungkap Jonathan Kagan, seorang ahli imunologi di Rumah Sakit Anak Boston kepada Live Science.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Studi: 2 dari 5 Orang...
Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
Rekomendasi
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Berita Terkini
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved