Wu Lien Teh, Dokter Malaysia Penemu Masker Wajah Peredam Virus Corona
Minggu, 14 Maret 2021 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
Wu memahami penyakit itu dapat disebarkan melalui udara pernapasan dan tidak hanya ditularkan dari tikus atau kutu, seperti yang diyakini banyak orang pada saat itu.
Wu memproduksi masker yang terbuat dari katun dan kain kasa, dengan lapisan kain ekstra dan ikatan yang lebih aman guna menyempurnakan desain sebelumnya. Dia mendorong staf medis dan orang lain untuk memakai masker ini demi melindungi diri mereka sendiri, pertama kali penggunaan masker secara luas menjadi bagian dari strategi pengendalian epidemi.
Namun temuan itu menemui beberapa perlawanan. Rekan Prancis-nya meninggal dunia karena wabah setelah menolak untuk memakai masker.
Wu juga menyarankan pihak berwenang untuk memberlakukan pembatasan pada pergerakan, termasuk menghentikan kereta, membatasi penyebaran penyakit, dan menginstruksikan orang yang sakit untuk mengisolasi diri. Dia juga membujuk para pejabat untuk mengesahkan kremasi jenazah, yang biasanya tidak diterima di China.
Kasus terakhir dari penyakit tersebut, yang menewaskan sekitar 60.000 orang, tercatat pada Maret 1911. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai wabah Manchuria. Baca juga: Samudera Atlantik yang Kian Melebar Menunjukkan Bumi Berdenyut
Wu memproduksi masker yang terbuat dari katun dan kain kasa, dengan lapisan kain ekstra dan ikatan yang lebih aman guna menyempurnakan desain sebelumnya. Dia mendorong staf medis dan orang lain untuk memakai masker ini demi melindungi diri mereka sendiri, pertama kali penggunaan masker secara luas menjadi bagian dari strategi pengendalian epidemi.
Namun temuan itu menemui beberapa perlawanan. Rekan Prancis-nya meninggal dunia karena wabah setelah menolak untuk memakai masker.
Wu juga menyarankan pihak berwenang untuk memberlakukan pembatasan pada pergerakan, termasuk menghentikan kereta, membatasi penyebaran penyakit, dan menginstruksikan orang yang sakit untuk mengisolasi diri. Dia juga membujuk para pejabat untuk mengesahkan kremasi jenazah, yang biasanya tidak diterima di China.
Kasus terakhir dari penyakit tersebut, yang menewaskan sekitar 60.000 orang, tercatat pada Maret 1911. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai wabah Manchuria. Baca juga: Samudera Atlantik yang Kian Melebar Menunjukkan Bumi Berdenyut
(iqb)
Lihat Juga :