Kadin Akui SDM Indonesia Hadapi Pengaruh Digitalisasi
Rabu, 24 Februari 2021 - 04:36 WIB
loading...
A
A
A
“Ada beberapa model pendidikan dan pelatihan vokasi yang bisa diterapkan. Dan melihat kebutuhan yang ada saat ini, Kadin Indonesia mengusulkan untuk memprioritaskan skema vokasi dengan model ganda yang mengedepankan kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan atau pelatihan,” tutur Rosan.
Menurut dia, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi harus dibangun dengan memerhatikan seluruh elemen yang ada. Keterlibatan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di dalamnya menjadi hal yang penting.
Oleh karena itu, sektor swasta perlu untuk mempersiapkan diri sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dalam hal pengembangan SDM. “Keterlibatan industri dalam pengembangan SDM akan mempercepat penyiapan SDM yang unggul dan juga mengurangi mis-match yang selama ini terjadi,” tuturnya.
Untuk mempersiapkan DUDI itulah, terang Rosan, atas inisiatif dari pelaku usaha di Indonesia, dalam hal ini Kadin Indonesia yang didukung oleh IHK Trier (KADIN Trier-Jerman), menerbitkan Buku Panduan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di dalam Perusahaan berdasarkan pengalaman, khususnya di Jerman dan negara lainnya yang telah sukses menjalankan vokasi.
Pola yang diadopsi dalam buku panduan tersebut bahkan diterapkan di negara-negara lain. Seperti Malaysia dan Singapura dikarenakan mampu menjamin daya saing global dan masa depan generasi muda. Baca juga: Resmikan HarmonyOS, Akhirnya Huawei Berani Head-to-Head Lawan Google Android
Menurut dia, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi harus dibangun dengan memerhatikan seluruh elemen yang ada. Keterlibatan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di dalamnya menjadi hal yang penting.
Oleh karena itu, sektor swasta perlu untuk mempersiapkan diri sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dalam hal pengembangan SDM. “Keterlibatan industri dalam pengembangan SDM akan mempercepat penyiapan SDM yang unggul dan juga mengurangi mis-match yang selama ini terjadi,” tuturnya.
Untuk mempersiapkan DUDI itulah, terang Rosan, atas inisiatif dari pelaku usaha di Indonesia, dalam hal ini Kadin Indonesia yang didukung oleh IHK Trier (KADIN Trier-Jerman), menerbitkan Buku Panduan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di dalam Perusahaan berdasarkan pengalaman, khususnya di Jerman dan negara lainnya yang telah sukses menjalankan vokasi.
Pola yang diadopsi dalam buku panduan tersebut bahkan diterapkan di negara-negara lain. Seperti Malaysia dan Singapura dikarenakan mampu menjamin daya saing global dan masa depan generasi muda. Baca juga: Resmikan HarmonyOS, Akhirnya Huawei Berani Head-to-Head Lawan Google Android
(iqb)
Lihat Juga :