Astronom Sebut Dentuman di Malang Ada Kaitannya dengan Inversi Atmosfer
Jum'at, 05 Februari 2021 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Manakala inversi terjadi di suatu lembah, pada dasarnya ia menyekap udara yang lebih dingin untuk bertahan di dekat permukaan. Sehingga atmosfer setempat lebih stabil dan hujan pun tidak selalu terjadi. Tetapi kabut kerap terjadi dan bertahan cukup lama (dibandingkan normalnya). (Baca juga: Terawetkan Secara Alami, Kumbang Rawa Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Inggris)
Marufin menjelaskan, satu aspek menarik dari inversi atmosfer adalah pemantulan gelombang akustik (suara). Inversi atmosfer di sebuah lembah menyebabkan suara bisa terpantul berulang-ulang. Kondisi ini bisa bisa membuat suara terdengar ke titik yang sangat jauh dari sumbernya dan menciptakan fenomena-mirip-gema.
Penjelasan paling logis dari kejadian dentuman berulang di Malang, menurut Marufin, adalah kombinasi hujan petir dan inversi atmosfer. Inversi atmosfer bisa berlangsung hingga beberapa hari dan dikenal mampu memproduksi hujan petir (di tepi area inversi). Sejauh ini data petir dan cuaca setempat menunjang penjelasan tersebut.
Marufin menjelaskan, satu aspek menarik dari inversi atmosfer adalah pemantulan gelombang akustik (suara). Inversi atmosfer di sebuah lembah menyebabkan suara bisa terpantul berulang-ulang. Kondisi ini bisa bisa membuat suara terdengar ke titik yang sangat jauh dari sumbernya dan menciptakan fenomena-mirip-gema.
Penjelasan paling logis dari kejadian dentuman berulang di Malang, menurut Marufin, adalah kombinasi hujan petir dan inversi atmosfer. Inversi atmosfer bisa berlangsung hingga beberapa hari dan dikenal mampu memproduksi hujan petir (di tepi area inversi). Sejauh ini data petir dan cuaca setempat menunjang penjelasan tersebut.
(ysw)
Lihat Juga :