Eropa Larang Perusahaan Gunakan Facial Recognition Secara Bebas

Sabtu, 30 Januari 2021 - 05:57 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, pada pertengahan Januari 2021, Uni Eropa tengah mempertimbangkan untuk melarang penggunaan teknologi pengenalan wajah di area publik selama lima tahun. Jadi badan tersebut punya waktu untuk mempelajari bagaimana mencegah teknologi ini disalahgunakan.

Namun, buku putih yang dirancang oleh pejabat UE mengklaim bahwa larangan ini memungkinkan pengecualian, seperti penggunaan teknologi ini untuk proyek keamanan serta penelitian dan pengembangan.

China Mendukung Pengenalan Wajah
Pada saat yang sama, Pemerintah China telah mulai meluncurkan pengenalan wajah di apotek di Shanghai untuk orang yang membeli obat tertentu. Cara kerjanya seperti ini, orang yang ingin membeli obat-obatan terkontrol harus memverifikasi identitasnya dengan memindai wajahnya.

Setuju, ini bisa menjadi salah satu metode paling efektif untuk mencegah calon penyalahguna mendapatkan obat tertentu yang dapat digunakan untuk memproduksi obat-obatan terlarang. Seperti yang Anda pahami, China adalah pendukung besar Facial Recognition. Jadi kami dapat menyatakan bahwa sementara Barat tetap berhati-hati, China terus merangkul teknologi.

Meskipun pengenalan wajah memberi kita banyak kenyamanan, itu juga menimbulkan masalah privasi. Misalnya, pada Juli tahun lalu, Biro Investigasi Federal (FBI) AS dan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menggunakan foto biro kendali kendaraan negara bagian sebagai basis data pengenalan wajah dan menggunakan informasi ini untuk melacak tersangka, dan ini memicu masalah privasi. Baca juga: Rem Blong, Truk Kontainer Berisi Penuh Keramik Terguling Timpa Motor dan Mobil
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rekomendasi
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved