Hasil Vaksin Sinovac China Dilaporkan Beragam, Apa Artinya Bagi Kita?

Senin, 18 Januari 2021 - 21:02 WIB
loading...
A A A
Efek Mengalir
"Data Brasil penting bagi Turki, yang kemarin memulai rencananya untuk meluncurkan jutaan dosis CoronaVac di bawah otorisasi penggunaan darurat yang diumumkan pada 13 Januari lalu," kata Murat Akova, peneliti penyakit menular klinis di Hacettepe University School of Medicine di Ankara, yang juga koordinator uji coba CoronaVac tahap akhir di Turki.

Akova mengatakan, penundaan dalam pelaporan hasil uji coba Brasil membuat Turki mengandalkan data awal dari uji coba khasiatnya sendiri ketika setuju untuk mendistribusikan CoronaVac. Pada akhir Desember, uji coba Turki melaporkan bahwa CoronaVac 91,25% efektif mencegah penyakit bergejala berdasarkan 29 kasus COVID-19 di antara 1.322 relawan.

"Hasil Brasil mengecewakan jika dibandingkan dengan dua pelopor berbasis RNA, yang dikembangkan oleh Pfizer –BioNTech dan Moderna, yang terbukti lebih dari 90% efektif dalam uji coba," kata Akova. Tetapi CoronaVac masih berharga bagi Turki karena akan mencegah sebagian besar kasus yang parah.

Indonesia juga telah mengesahkan CoronaVac untuk penggunaan darurat dan memulai program vaksinasi nasionalnya pada 13 Januari. "Hasil dari uji kemanjuran sekitar 1.600 orang di negara itu menemukan bahwa vaksin tersebut 65,3% efektif dalam mencegah penyakit bergejala berdasarkan 25 kasus COVID-19," kata Jarir At Thobari, ahli vaksin di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

"Mengingat populasi Indonesia yang besar, banyak orang dapat memperoleh manfaat dari vaksin ini bahkan dengan efektivitas 65%," tambahnya.

Para ilmuwan mengatakan hasil yang beragam tidak mengejutkan untuk vaksin dengan kemanjuran lebih rendah yang telah diuji pada sejumlah kecil orang. Hasil beragam juga telah dilaporkan dari uji coba vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris, dan perusahaan obat AstraZeneca.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Hubungan Virus Hanta...
Hubungan Virus Hanta dan Warisan Ilmuwan Korsel Terungkap
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Cacing Sepanjang 8Cm...
Cacing Sepanjang 8Cm Berenang di Otak Wanita
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Rekomendasi
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
Pemda Penghasil Migas...
Pemda Penghasil Migas Pertanyakan Besaran Dana Bagi Hasil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved