Cisco Umbrella Katanya Efektif Tangkis Serangan Hacker

loading...
Cisco Umbrella Katanya Efektif Tangkis Serangan Hacker
Akibat pandemik, Cisco Umbrella mencatat setidaknya terjadi peningkatan serangan siber sebesar 40% di tahun lalu. Foto/Ist
JAKARTA - Banyak individu dan perusahaan yang menghadapi serangan siber di tahun 2020. Akibat pandemik, Cisco Umbrella mencatat setidaknya terjadi peningkatan sebesar 40% serangan siber di tahun lalu. Tidak heran jika di tahun baru ini banyak perusahaan dan perseorangan yang mencari cara untuk memperkuat keamanan siber- nya. Baca juga: Kerugian Serangan Siber Tahun 2021 Diprediksi Rp84.000 Triliun

Sebelum membahas cara mengantisipasi serangan siber, ada baiknya kita memahami lebih dulu apa yang dimaksud dengan keamanan siber. Keamanan siber adalah praktik untuk melindungi sistem, jaringan, dan program dari ancaman atau serangan digital. Serangan-serangan ini biasanya ditujukan untuk mengakses, mengubah, atau menghancurkan informasi sensitif; memeras uang dari korban; atau mengganggu proses bisnis.

Pertanyaan selanjutnya, apa saja serangan siber yang perlu kita waspadai? Ada beberapa tipe serangan siber yang hingga saat ini telah berhasil dideteksi dan dipelajari, mereka adalah:
1. Malware
Sejenis perangkat lunak (software) yang dirancang secara khusus untuk mendapatkan akses tidak sah (unauthorized access) atau menyebabkan kerusakan pada komputer.
2. Phishing
Praktik mengirim email palsu yang menyerupai email dari sumber terpercaya. Tujuannya adalah untuk mencuri data sensitif seperti nomor kartu kredit dan informasi lainnya.
3. Ransomware
Sejenis perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke berkas (file) atau sistem komputer tertentu. Tujuannya adalah untuk memeras korban dengan meminta uang tebusan agar korban bisa mengakses kembali berkas atau sistem komputer mereka.
4. Social Engineering
Taktik atau manipulasi psikologis yang digunakan untuk mengelabui korban agar korban mengungkapkan informasi sensitif mereka. Tujuannya adalah untuk mendapatkan akses ke data rahasia korban dan melakukan pembayaran atas nama korban atau melakukan pemerasan.

Serangan ini dapat dilakukan dengan menggabungkan serangan lainnya di atas untuk membuat korban mengklik tautan, mengunduh perangkat lunak jahat, atau memercayai sumber atau situs berbahaya.



Berdasarkan hasil survei Cisco terhadap lebih dari 4.800 praktisi TI dan keamanan siber yang dilakukan di 25 negara dari berbagai macam industri, salah satu tipe serangan siber yang paling sering menyerang perusahaan atau bisnis kecil adalah ransomware. Banyak perusahaan dan bisnis kecil yang dipaksa membayarkan sejumlah uang untuk bisa mendapatkan kembali akses ke berkas penting atau sistem komputer mereka.

Hasil studi Cisco mengatakan salah satu akses atau jalur masuk ransomware paling sering adalah melalui port DNS (Domain Name System). Sayangnya, masih banyak orang dan perusahaan yang hanya bergantung kepada perlindungan firewall yang tidak memonitor isi DNS traffic sehingga seringkali mengalami kebobolan. Ransomware bisa masuk dengan mudah tanpa terdeksi sebagai suatu perangkat lunak yang mampu menyandera berkas penting atau akses ke sistem komputer.

Hal ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan memberikan perlindungan ekstra di area tersebut. Cisco Umbrella misalnya, merupakan solusi keamanan siber Cisco yang mampu memberikan web protection melalui Cisco Umbrella Roaming (DNS Security) sehingga ransomware tidak bisa masuk dengan mudah ke sistem komputer.



Tak hanya itu, Cisco Umbrella juga menggabungkan fungsi firewall, secure web gateway, DNS-layer security, dan cloud access security broker (CASB) ke dalam satu platform tunggal untuk membantu melindungi jaringan Anda secara keseluruhan.

Didukung oleh Cisco Talos, salah satu tim keamanan siber terbesar di dunia yang beranggotakan 300 praktisi keamanan TI, Cisco Umbrella melindungi Anda dengan memblokir berbagai macam IP, URL, dan berkas yang biasa digunakan untuk melakukan penyerangan siber.

Cisco Umbrella juga memproses sekitar 180 miliar permintaan intenet untuk lebih dari 18.500 perusahaan setiap harinya. Kekayaan data ini tentunya membantu Cisco Umbrella untuk terus mempelajari jenis-jenis serangan siber baru seperti malware, ransomware, phishing, dan botnets sehingga dapat memblokir mereka secara cepat dan mudah bahkan sebelum sistem Anda terkoneksi dengan internet, atau sebelum mencapai jaringan atau endpoints Anda.

Semakin canggih perkembangan teknologi selalu dibarengi dengan meningkatnya serangan siber yang mengancam. Oleh karena itu, penting untuk kita selalu melakukan tindakan antisipasi guna melindungi diri dari berbagai macam serangan siber. Baca juga: Istana Thailand Rilis Foto Raja dan Selir Cantiknya Menyapu Lantai Penjara
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top