Cisco Umbrella Katanya Efektif Tangkis Serangan Hacker

Rabu, 13 Januari 2021 - 17:42 WIB
loading...
Cisco Umbrella Katanya...
Akibat pandemik, Cisco Umbrella mencatat setidaknya terjadi peningkatan serangan siber sebesar 40% di tahun lalu. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Banyak individu dan perusahaan yang menghadapi serangan siber di tahun 2020. Akibat pandemik, Cisco Umbrella mencatat setidaknya terjadi peningkatan sebesar 40% serangan siber di tahun lalu. Tidak heran jika di tahun baru ini banyak perusahaan dan perseorangan yang mencari cara untuk memperkuat keamanan siber- nya. Baca juga: Kerugian Serangan Siber Tahun 2021 Diprediksi Rp84.000 Triliun

Sebelum membahas cara mengantisipasi serangan siber, ada baiknya kita memahami lebih dulu apa yang dimaksud dengan keamanan siber. Keamanan siber adalah praktik untuk melindungi sistem, jaringan, dan program dari ancaman atau serangan digital. Serangan-serangan ini biasanya ditujukan untuk mengakses, mengubah, atau menghancurkan informasi sensitif; memeras uang dari korban; atau mengganggu proses bisnis.

Pertanyaan selanjutnya, apa saja serangan siber yang perlu kita waspadai? Ada beberapa tipe serangan siber yang hingga saat ini telah berhasil dideteksi dan dipelajari, mereka adalah:
1. Malware
Sejenis perangkat lunak (software) yang dirancang secara khusus untuk mendapatkan akses tidak sah (unauthorized access) atau menyebabkan kerusakan pada komputer.
2. Phishing
Praktik mengirim email palsu yang menyerupai email dari sumber terpercaya. Tujuannya adalah untuk mencuri data sensitif seperti nomor kartu kredit dan informasi lainnya.
3. Ransomware
Sejenis perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke berkas (file) atau sistem komputer tertentu. Tujuannya adalah untuk memeras korban dengan meminta uang tebusan agar korban bisa mengakses kembali berkas atau sistem komputer mereka.
4. Social Engineering
Taktik atau manipulasi psikologis yang digunakan untuk mengelabui korban agar korban mengungkapkan informasi sensitif mereka. Tujuannya adalah untuk mendapatkan akses ke data rahasia korban dan melakukan pembayaran atas nama korban atau melakukan pemerasan.

Serangan ini dapat dilakukan dengan menggabungkan serangan lainnya di atas untuk membuat korban mengklik tautan, mengunduh perangkat lunak jahat, atau memercayai sumber atau situs berbahaya.

Berdasarkan hasil survei Cisco terhadap lebih dari 4.800 praktisi TI dan keamanan siber yang dilakukan di 25 negara dari berbagai macam industri, salah satu tipe serangan siber yang paling sering menyerang perusahaan atau bisnis kecil adalah ransomware. Banyak perusahaan dan bisnis kecil yang dipaksa membayarkan sejumlah uang untuk bisa mendapatkan kembali akses ke berkas penting atau sistem komputer mereka.

Hasil studi Cisco mengatakan salah satu akses atau jalur masuk ransomware paling sering adalah melalui port DNS (Domain Name System). Sayangnya, masih banyak orang dan perusahaan yang hanya bergantung kepada perlindungan firewall yang tidak memonitor isi DNS traffic sehingga seringkali mengalami kebobolan. Ransomware bisa masuk dengan mudah tanpa terdeksi sebagai suatu perangkat lunak yang mampu menyandera berkas penting atau akses ke sistem komputer.

Hal ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan memberikan perlindungan ekstra di area tersebut. Cisco Umbrella misalnya, merupakan solusi keamanan siber Cisco yang mampu memberikan web protection melalui Cisco Umbrella Roaming (DNS Security) sehingga ransomware tidak bisa masuk dengan mudah ke sistem komputer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Keamanan Siber: Saat...
Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia
Rekor 100%! Seluruh...
Rekor 100%! Seluruh Perusahaan Indonesia Kompak Pakai AI demi Keamanan Siber
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Waspada Phishing: Belajar...
Waspada Phishing: Belajar dari Konflik Siber Iran–Israel
Mengapa Media Monitoring...
Mengapa Media Monitoring Jadi Kunci dalam Krisis Siber di Era Geopolitik Digital?
Rekomendasi
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Berita Terkini
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved