Pengamat: Jangan Cari Keuntungan di Internet dari Musibah Sriwijaya Air SJ 182!
Minggu, 10 Januari 2021 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Pratama menjelaskan, fenomena ini terjadi karena tidak lama setelah hilangnya kontak pesawat Sriwijaya Air, di banyak grup WhatsApp langsung tersebar foto dan file PDF manifest penumpang.
Manifest tersebut berisikan nama lengkap semua penumpang, yang kemudian menyulut keingintahuan warganet untuk mencari akun Facebook, Instagram, Twitter, maupun Youtube para korban.
"Sebagian besar dari netizen ini pastinya penasaran bagaimana postingan terakhir para korban, apakah ada tanda-tanda menunjukkan bahwa statusnya seperti salam perpisahan atau sejenisnya," kata Pratama, kepada MNC Portal, Minggu (10/1).
Lebih lanjut, Pratama menuturkan, warganet mungkin sekadar penasaran dan tidak punya tujuan buruk, meskipun tetap tidak etis terutama di tengah kesedihan keluarga korban.
Namun dia menggaris bawahi, ada juga yang memanfaatkan ini menjadi click bait, membuat berita dan unggahan yang menyesatkan. Serta mencari keuntungan dari musibah yang terjadi. Ini yang harus diwaspadai.
Dalam banyak kejadian jatuhnya pesawat di berbagai belahan dunia, sering kali beredar kabar hoaks terkait adanya korban yang sempat mengirimkan WhatsApp atau telepon saat posisi pesawat akan jatuh. Hal semacam ini sering membuat masyarakat penasaran dan tertipu dengan berita tersebut.
Manifest tersebut berisikan nama lengkap semua penumpang, yang kemudian menyulut keingintahuan warganet untuk mencari akun Facebook, Instagram, Twitter, maupun Youtube para korban.
"Sebagian besar dari netizen ini pastinya penasaran bagaimana postingan terakhir para korban, apakah ada tanda-tanda menunjukkan bahwa statusnya seperti salam perpisahan atau sejenisnya," kata Pratama, kepada MNC Portal, Minggu (10/1).
Lebih lanjut, Pratama menuturkan, warganet mungkin sekadar penasaran dan tidak punya tujuan buruk, meskipun tetap tidak etis terutama di tengah kesedihan keluarga korban.
Namun dia menggaris bawahi, ada juga yang memanfaatkan ini menjadi click bait, membuat berita dan unggahan yang menyesatkan. Serta mencari keuntungan dari musibah yang terjadi. Ini yang harus diwaspadai.
Dalam banyak kejadian jatuhnya pesawat di berbagai belahan dunia, sering kali beredar kabar hoaks terkait adanya korban yang sempat mengirimkan WhatsApp atau telepon saat posisi pesawat akan jatuh. Hal semacam ini sering membuat masyarakat penasaran dan tertipu dengan berita tersebut.
Lihat Juga :