Kominfo: Aplikasi PeduliLindungi Tidak Simpan Daftar Kontak Pengguna
Rabu, 06 Januari 2021 - 23:20 WIB
loading...
Saat ini aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android telah dikembangkan sampai versi 3.1.1. Versi terkini telah mengalami banyak penyempurnaan fitur dan izin akses.
A
A
A
JAKARTA - Belakangan ini aplikasi PeduliLindungi besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diterpa isu miring, karena disebut tidak aman karena rawan terserang phising dan malware.
Pihak Kominfo pun berkali-kali menepis isu tersebut, dengan memastikan bahwa aplikasi tersebut aman untuk digunakan. Yang terbaru, kementerian telah menyempurnakan fitur dan ketentuan penggunaan, sehingga tetap aman digunakan.
Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, menyatakan saat ini aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android telah dikembangkan sampai versi 3.1.1. Menurutnya, versi terkini telah mengalami banyak penyempurnaan fitur dan izin akses.
BACA JUGA: Rawat Rantai Motor Nggak Sekadar Disemprot WD-40, Begini Caranya...
"Saat ini versi PeduliLindungi Android adalah 3.1.1, di mana sudah banyak perbedaan fitur aplikasi dan izin akses yang tidak digunakan di versi terbaru. Pada versi 3.1.1 tidak ada lagi penggunakan fitur Bluetooth, WiFi, kamera, dan file access untuk penyimpanan," jelasnya, Selasa (05/01/2021).
Pernyataan Dedy juga sebagai bentuk respon dari isu yang tersebar mengenai fitur dan izin akses aplikasi PeduliLindungi. Dedy menegaskan, isu tesebut didasarkan pada versi terdahulu dari aplikasi.
"Versi PeduliLindungi Android yang dibahas dan dijadikan isu adalah versi 2.2.2 yang dirilis tanggal 25 Juni 2020," imbuhnya.
Dedy menuturkan, izin akses yang dipakai dalam aplikasi PeduliLindungi sepenuhnya telah melalui persetujuan dari pengguna saat instalasi aplikasi.
"Izin akses yang digunakan pada aplikasi semata-mata untuk meningkatkan user experience dan benefit bagi user saat menggunakan aplikasi PeduliLindungi," tegasnya.
Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang digunakan oleh instansi pemerintahan untuk kepentingan pelacakan dan penghentian penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Saat ini, aplikasi itu sudah diunduh oleh lebih dari 26 juta pengguna dan akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang menjangkau sekitar 180 juta penduduk.
Aplikasi PeduliLindungi tidak hanya menyediakan fitur contact tracing, tapi juga fitur informasi lokasi terdampak yang bermanfaat bagi user untuk waspada dan menghindari saat berada di lokasi tersebut.
Menurut Jubir Kementerian Kominfo itu, kebijakan privacy PeduliLindungi tercantum pada https://pedulilindungi.id/kebijakan-privasi-data sudah mendapat persetujuan pihak Google Play Store.
BACA JUGA: Catat Baik-Baik, Ini Jadwal dan Lokasi Uji Emisi Kendaraan Gratis di Jakarta!
"Termasuk tidak akan menggunakan data dan informasi untuk keperluan komersial dan perlakukan aplikasi terhadap data sensitif," ujarnya.
Ia memastikan, dalam laman https://pedulilindungi.id/syarat-ketentuan , tertulis aplikasi PeduliLindungi tidak mengambil data daftar kontak di ponsel pengguna. Namun demikian, data yang diperlukan sesuai persetujuan pengguna disimpan.
Sementara di penyimpanan lokal ponsel dan secara terenkripsi, dikirim ke server secara berkala. Data-data tersebut disimpan secara terenkripsi di server PeduliLindungi yang aman dan tidak dibagikan ke publik. Data pengguna hanya akan diakses bila pengguna dalam risiko tertular COVID-19 dan perlu segera dihubungi oleh petugas kesehatan.
BACA JUGA: Jack Ma, Kamu Di Mana?
"Data pengguna tidak akan diserahkan atau disebarluaskan kepada pihak lain kecuali kepada instansi pemerintah yang saat ini ditunjuk dalam menangani pandemi Covid-19, atau karena ketentuan hukum," tandasnya.
Pihak Kominfo pun berkali-kali menepis isu tersebut, dengan memastikan bahwa aplikasi tersebut aman untuk digunakan. Yang terbaru, kementerian telah menyempurnakan fitur dan ketentuan penggunaan, sehingga tetap aman digunakan.
Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, menyatakan saat ini aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android telah dikembangkan sampai versi 3.1.1. Menurutnya, versi terkini telah mengalami banyak penyempurnaan fitur dan izin akses.
BACA JUGA: Rawat Rantai Motor Nggak Sekadar Disemprot WD-40, Begini Caranya...
"Saat ini versi PeduliLindungi Android adalah 3.1.1, di mana sudah banyak perbedaan fitur aplikasi dan izin akses yang tidak digunakan di versi terbaru. Pada versi 3.1.1 tidak ada lagi penggunakan fitur Bluetooth, WiFi, kamera, dan file access untuk penyimpanan," jelasnya, Selasa (05/01/2021).
Pernyataan Dedy juga sebagai bentuk respon dari isu yang tersebar mengenai fitur dan izin akses aplikasi PeduliLindungi. Dedy menegaskan, isu tesebut didasarkan pada versi terdahulu dari aplikasi.
"Versi PeduliLindungi Android yang dibahas dan dijadikan isu adalah versi 2.2.2 yang dirilis tanggal 25 Juni 2020," imbuhnya.
Dedy menuturkan, izin akses yang dipakai dalam aplikasi PeduliLindungi sepenuhnya telah melalui persetujuan dari pengguna saat instalasi aplikasi.
"Izin akses yang digunakan pada aplikasi semata-mata untuk meningkatkan user experience dan benefit bagi user saat menggunakan aplikasi PeduliLindungi," tegasnya.
Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang digunakan oleh instansi pemerintahan untuk kepentingan pelacakan dan penghentian penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Saat ini, aplikasi itu sudah diunduh oleh lebih dari 26 juta pengguna dan akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang menjangkau sekitar 180 juta penduduk.
Aplikasi PeduliLindungi tidak hanya menyediakan fitur contact tracing, tapi juga fitur informasi lokasi terdampak yang bermanfaat bagi user untuk waspada dan menghindari saat berada di lokasi tersebut.
Menurut Jubir Kementerian Kominfo itu, kebijakan privacy PeduliLindungi tercantum pada https://pedulilindungi.id/kebijakan-privasi-data sudah mendapat persetujuan pihak Google Play Store.
BACA JUGA: Catat Baik-Baik, Ini Jadwal dan Lokasi Uji Emisi Kendaraan Gratis di Jakarta!
"Termasuk tidak akan menggunakan data dan informasi untuk keperluan komersial dan perlakukan aplikasi terhadap data sensitif," ujarnya.
Ia memastikan, dalam laman https://pedulilindungi.id/syarat-ketentuan , tertulis aplikasi PeduliLindungi tidak mengambil data daftar kontak di ponsel pengguna. Namun demikian, data yang diperlukan sesuai persetujuan pengguna disimpan.
Sementara di penyimpanan lokal ponsel dan secara terenkripsi, dikirim ke server secara berkala. Data-data tersebut disimpan secara terenkripsi di server PeduliLindungi yang aman dan tidak dibagikan ke publik. Data pengguna hanya akan diakses bila pengguna dalam risiko tertular COVID-19 dan perlu segera dihubungi oleh petugas kesehatan.
BACA JUGA: Jack Ma, Kamu Di Mana?
"Data pengguna tidak akan diserahkan atau disebarluaskan kepada pihak lain kecuali kepada instansi pemerintah yang saat ini ditunjuk dalam menangani pandemi Covid-19, atau karena ketentuan hukum," tandasnya.
(dan)
Lihat Juga :