Ilmuwan Deteksi Emisi Radio di Luar Sistem Matahari, Tanda Kehidupan Alien?
Rabu, 23 Desember 2020 - 03:50 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, para ilmuwan berkonsultasi dengan pengamatan yang dilakukan pada tahun 2016 dan 2017 oleh Low Frequency Array (LOFAR) di Belanda. Selain sinyal potensial dari Tau Boötes b, para peneliti juga melaporkan bahwa mereka mungkin telah mengambil sinyal dari bintang Upsilon Andromedae atau planetnya, tetapi pendeteksian itu bahkan lebih redup daripada pendeteksian dari Tau Boötes.
Para peneliti tertarik untuk mendeteksi emisi radio dari planet karena informasi tersebut dapat membantu ilmuwan menguraikan apa yang terjadi di medan magnet dunia yang sama. Medan magnet tersebut, pada gilirannya, memengaruhi kondisi permukaan planet -misalnya, medan magnet Bumi melindungi atmosfer yang menjadikan dunia tempat kita dapat bertahan. Medan magnet semacam itu juga dapat memberi tahu para ilmuwan tentang kualitas lain dari sebuah dunia, seperti struktur dan sejarahnya.
Namun sejauh ini, mempelajari medan magnet tersebut secara langsung sulit bagi para ilmuwan untuk mengelola. Terlepas dari kenyataan bahwa hampir setiap planet di tata surya kita pernah memiliki satu di beberapa titik dalam sejarahnya. Oleh karena itu minat untuk menggunakan emisi radio sebagai perantara.
"Kami belajar dari Jupiter. Kami pergi mencarinya dan kami menemukannya," tambah Turner disitat dari laman Space.com. "Itu baru permulaan cerita, bukan akhir. Karena emisi radio masih bisa berasal dari bintang atau sumber lain selain dari planet."
"Masih ada beberapa ketidakpastian bahwa sinyal radio yang terdeteksi berasal dari planet ini. Kebutuhan untuk observasi lanjutan sangat penting," paparnya. (Baca juga: Khawatir, Sekolah Tatap Muka Awal Januari Butuh Kajian Cermat )
Para peneliti tertarik untuk mendeteksi emisi radio dari planet karena informasi tersebut dapat membantu ilmuwan menguraikan apa yang terjadi di medan magnet dunia yang sama. Medan magnet tersebut, pada gilirannya, memengaruhi kondisi permukaan planet -misalnya, medan magnet Bumi melindungi atmosfer yang menjadikan dunia tempat kita dapat bertahan. Medan magnet semacam itu juga dapat memberi tahu para ilmuwan tentang kualitas lain dari sebuah dunia, seperti struktur dan sejarahnya.
Namun sejauh ini, mempelajari medan magnet tersebut secara langsung sulit bagi para ilmuwan untuk mengelola. Terlepas dari kenyataan bahwa hampir setiap planet di tata surya kita pernah memiliki satu di beberapa titik dalam sejarahnya. Oleh karena itu minat untuk menggunakan emisi radio sebagai perantara.
"Kami belajar dari Jupiter. Kami pergi mencarinya dan kami menemukannya," tambah Turner disitat dari laman Space.com. "Itu baru permulaan cerita, bukan akhir. Karena emisi radio masih bisa berasal dari bintang atau sumber lain selain dari planet."
"Masih ada beberapa ketidakpastian bahwa sinyal radio yang terdeteksi berasal dari planet ini. Kebutuhan untuk observasi lanjutan sangat penting," paparnya. (Baca juga: Khawatir, Sekolah Tatap Muka Awal Januari Butuh Kajian Cermat )
(iqb)
Lihat Juga :