Tak Mau Kalah Dari China dan Eropa, AS Kembangkan Pembangkit Listrik Fusi Nuklir

Senin, 14 Desember 2020 - 00:12 WIB
loading...
A A A
Meskipun saat ini tidak ada proyek fusi besar yang sedang dikembangkan di AS, negara ini memiliki kontributor besar terhadap proyek ITER di Eropa. Rencana baru pembangkit listrik fusi AS dipengaruhi oleh para ilmuwan AS yang tergabung dalam ITER.

Para peneliti mengungkapkan bahwa ITER akan mengajarkan pelajaran berharga tentang plasma yang terbakar. Pelajaran yang didapat sangat penting bagi kelangsungan sumber energi di AS.

Mereka menambahkan bahwa biaya yang lebih dari USD 20 miliar sebenarnya terlalu mahal untuk pembangkit listrik. Namun, para peneliti fusi AS ingin membangun banyak pembangkit listrik yang lebih kecil dan lebih murah dengan memanfaatkan kemajuan terkini seperti simulasi superkomputer tokamak, pencetakan 3D, dan kumparan magnet yang terbuat dari superkonduktor suhu tinggi.

Peta jalan fusi baru oleh DOE mengidentifikasi kesenjangan teknologi dan memberikan saran tentang bagaimana kesenjangan dapat diisi dengan fasilitas dan investasi baru. Ini menjadi bagian penting mengingat seluruh dunia tengah mengembangkan sumber energi murah dan ramah lingkungan.

"Dengan mengidentifikasinya (pembangkit listrik) sebagai tujuan, dapat memicu lebih banyak penelitian di area yang mendukung misi tersebut," kata Stephanie Diem, fisikawan fusi di Universitas Wisconsin, Madison, dikutip dari Interestingengineering.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Rekomendasi
Mantan Koordinator Pusat...
Mantan Koordinator Pusat BEM SI Dukung Penuntasan Kasus Eks Jampidsus
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Berita Terkini
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved