Sampel Asteroid Ryugu Menjawab Kebenaran Tata Surya dari Induk yang Sama
Senin, 07 Desember 2020 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Perjalanan Panjang Habuyasa2
Memiliki berat 690 kilogram, pesawat luar angkasa Hayabusa2 diluncurkan pada Desember 2014. Pesawat bertemu dengan Asteroid Ryugu pada 27 Juni 2018, memulai kampanye eksplorasi yang epik.
Hayabusa2 mengamati Ryugu secara mendetail dan memasang beberapa jubah mini ke permukaan asteroid -beberapa penjelajah kecil yang melompat dan pendarat berukuran microwave yang disebut MASCOT (Mobile Asteroid Surface Scout), yang disediakan oleh Pusat Dirgantara Jerman bekerja sama dengan badan antariksa Prancis CNES.
Pesawat ruang angkasa utama Hayabusa2 melakukan dua perjalanannya sendiri ke permukaan Ryugu, keduanya untuk mengambil sampel. Selama operasi pertama ini, pada Februari 2019, Hayabusa2 mengambil beberapa material permukaan. Kemudian di April tahun yang sama, pesawat ruang angkasa itu menembakan 2,5 kg proyektil tembaga di Ryugu, meledakkan kawah selebar 33 kaki (10 m) ke permukaan asteroid. Kemudian, di bulan Juli, wahana tersebut turun ke bawah mengumpulkan sebagian dari tanah dan batu yang baru saja digali ini.
Hayabusa2 memisahkan kedua sampel ini, sehingga para ilmuwan dapat membandingkan materi dari dua lingkungan yang sangat berbeda -permukaan Ryugu, yang terkena radiasi luar angkasa, dan kedalaman asteroid yang lebih terlindungi. (Baca juga: 6 Jenis Vaksin Covid-19 Dilegalkan, Menkes Tunjuk Erick Thohir Urus Vaksinasi Mandiri )
Memiliki berat 690 kilogram, pesawat luar angkasa Hayabusa2 diluncurkan pada Desember 2014. Pesawat bertemu dengan Asteroid Ryugu pada 27 Juni 2018, memulai kampanye eksplorasi yang epik.
Hayabusa2 mengamati Ryugu secara mendetail dan memasang beberapa jubah mini ke permukaan asteroid -beberapa penjelajah kecil yang melompat dan pendarat berukuran microwave yang disebut MASCOT (Mobile Asteroid Surface Scout), yang disediakan oleh Pusat Dirgantara Jerman bekerja sama dengan badan antariksa Prancis CNES.
Pesawat ruang angkasa utama Hayabusa2 melakukan dua perjalanannya sendiri ke permukaan Ryugu, keduanya untuk mengambil sampel. Selama operasi pertama ini, pada Februari 2019, Hayabusa2 mengambil beberapa material permukaan. Kemudian di April tahun yang sama, pesawat ruang angkasa itu menembakan 2,5 kg proyektil tembaga di Ryugu, meledakkan kawah selebar 33 kaki (10 m) ke permukaan asteroid. Kemudian, di bulan Juli, wahana tersebut turun ke bawah mengumpulkan sebagian dari tanah dan batu yang baru saja digali ini.
Hayabusa2 memisahkan kedua sampel ini, sehingga para ilmuwan dapat membandingkan materi dari dua lingkungan yang sangat berbeda -permukaan Ryugu, yang terkena radiasi luar angkasa, dan kedalaman asteroid yang lebih terlindungi. (Baca juga: 6 Jenis Vaksin Covid-19 Dilegalkan, Menkes Tunjuk Erick Thohir Urus Vaksinasi Mandiri )
(iqb)
Lihat Juga :