Hacker Korut Obrak-abrik Keamanan Siber Perusahaan Vaksin AstraZeneca
Rabu, 02 Desember 2020 - 17:17 WIB
loading...
Hacker Korut diduga menyerang keamanan data perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin COVID-19, AstraZeneca. Foto/Ist
A
A
A
LONDON - Pascapengumuman hasil vaksin COVID-19 yang menggembirakan oleh perusahaan vaksin asal Inggris, AstraZeneca , hacker Korea Utara (Korut) l angsung mengobrak-abrik sistem keamanan perusahaan farmasi tersebut dalam beberapa pekan terakhir. (Baca juga: Syarat dan Ketentuan Real Madrid Lolos 16 Besar Liga Champions )
Reuters mengabarkan, serangan siber disampaikan oleh dua orang yang mengaku mengetahui masalah tersebut. Mereka mengatakan, kejadiannya terjadi ketika perusahaan berlomba untuk menyebarkan vaksinnya untuk virus COVID-19.
Para peretas menyamar sebagai perekrut di situs jejaring LinkedIn dan WhatsApp untuk mendekati staf AstraZeneca dengan tawaran pekerjaan palsu, kata sumber tersebut. Mereka kemudian mengirimkan dokumen yang dimaksudkan sebagai deskripsi pekerjaan yang dicampur dengan kode berbahaya yang dirancang untuk mendapatkan akses ke komputer korban.
Upaya peretasan tersebut menargetkan "sekelompok besar orang", termasuk staf yang mengerjakan penelitian COVID-19, kata salah satu sumber. Tetapi dia memperkirakan apa yang dilakukan hacker Korut itu tidak berhasil.
Misi Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa tidak menanggapi permintaan komentar. Pyongyang sebelumnya membantah melakukan serangan siber. Mereka sendiri tidak memiliki jalur kontak langsung kepada media asing.
Reuters mengabarkan, serangan siber disampaikan oleh dua orang yang mengaku mengetahui masalah tersebut. Mereka mengatakan, kejadiannya terjadi ketika perusahaan berlomba untuk menyebarkan vaksinnya untuk virus COVID-19.
Para peretas menyamar sebagai perekrut di situs jejaring LinkedIn dan WhatsApp untuk mendekati staf AstraZeneca dengan tawaran pekerjaan palsu, kata sumber tersebut. Mereka kemudian mengirimkan dokumen yang dimaksudkan sebagai deskripsi pekerjaan yang dicampur dengan kode berbahaya yang dirancang untuk mendapatkan akses ke komputer korban.
Upaya peretasan tersebut menargetkan "sekelompok besar orang", termasuk staf yang mengerjakan penelitian COVID-19, kata salah satu sumber. Tetapi dia memperkirakan apa yang dilakukan hacker Korut itu tidak berhasil.
Misi Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa tidak menanggapi permintaan komentar. Pyongyang sebelumnya membantah melakukan serangan siber. Mereka sendiri tidak memiliki jalur kontak langsung kepada media asing.
Lihat Juga :