Bocah 9 Tahun Rancang Toilet di dalam Pakaian Luar Angkasa untuk NASA
Rabu, 02 Desember 2020 - 10:55 WIB
loading...
Seperti namanya Toilet Lunar Spacesuit dirancang agar muat di dalam pakaian antariksa astronot.
A
A
A
MALAYSIA - Pergi ke toilet bagi para astronot adalah persoalan besar. Nah, Zyson Kang, warga Malaysia berusia 9 tahun, merancang ulang pakaian luar angkasa agar para astronot bisa buang air kecil dengan nyaman. BACA JUGA: Qualcomm Kenalkan Snapdragon 888 5G di Snapdragon Tech Summit Digital 2020
Juni silam, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) mengumumkan rencana untuk mengirim orang kembali ke bulan pada 2024. Dan karena astronot adalah manusia biasa yang harus ke toilet, maka NASA perlu merancang solusi toilet yang sempurna di ruang tanpa adanya gravitasi. Baik di ruang angkasa, ataupun di bulan. Mereka pun membuat kompetisi bernama Lunar Loo Challenge. Terbagi dalam dua kategori, dewasa dan anak-anak (junior).
![Bocah 9 Tahun Rancang Toilet di dalam Pakaian Luar Angkasa untuk NASA]()
Setelah mempelajari hampir 900 kiriman dalam kategori Junior, NASA akhirnya memilih pemenangnya. Yakni Zyson Kang, warga Malaysia berusia 9 tahun.
Spacesuit Lunar Toilet, hasil karya desain Kang, memang dirancang untuk bisa cukup dimasukkan ke dalam pakaian luar angkasa.
Di ruang hampa udara, desain perangkat toilet di pakaian luar angkas dikemas mungil. Juga punya fungsi khusus. Yakni menciptakan ruang hampa untuk menyedot cairan apa pun yang dikeluarkan oleh astronot.
BACA JUGA: Snapdragon 888 Bisa Kontrol Mobil RC dari Jarak Jauh Tanpa Ngelag di Jaringan 5G mmWave
Yang perlu dilakukan astronot hanyalah menggerakkan kaki mereka, yang kemudian akan menyalurkan urin mereka ke dalam wadah yang disimpan di sepatu bot mereka.
Yang paling keren, perangkat tersebut tidak butuh baterai atau pasokan listrik untuk berfungsi. Sehingga menjadikan cara kerjanya sangat ringan dan murah.
Menurut pelatih Kang di I-Discovery World Science Center di Selangor, Malaysia, bocah lelaki itu memang punya bakat untuk mencipta. ”Dia rajin membaca dan selalu ingin tahu. Kang sangat menyukai sains, terutama astronomi,” kata Chong Soo Sheong, dari I-Discovery World.
Chong dan Kang memulai proyek tersebut pada bulan Juni, dan menyerahkannya kepada panel juri Lunar Loo NASA pada Agustus.
![Bocah 9 Tahun Rancang Toilet di dalam Pakaian Luar Angkasa untuk NASA]()
”Pada 29 Oktober, NASA mengundangnya untuk mempresentasikan modelnya di webinar. Tim NASA terkesan dengan kesederhanaan modelnya,” kata Chong.
Kang berhasil mengalahkan lebih dari 897 peserta dari 85 negara. Bahkan, desain toilet pakaian antariksa Kang dapat digunakan tidak hanya untuk pakaian luar angkasa. Melainkan juga profesional medis dalam situasi darurat.
”Saya tidak dapat membayangkan betapa payahnya harus pergi ke kamar mandi saat Anda menghadapi keadaan darurat medis. Bagaimana dokter buang air? Misalnya, petugas medis biasanya harus melepas atau mengganti Alat Pelindung Diri (APD) mereka jika mereka harus ke toilet saat menangani pasien COVID-19,” jelas Chong.
Model toilet kompak Kang akan memungkinkan dokter dan perawat untuk beristirahat di toilet mereka selama keadaan darurat tanpa harus mengganti atau melepas pakaian APD mereka.
Juni silam, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) mengumumkan rencana untuk mengirim orang kembali ke bulan pada 2024. Dan karena astronot adalah manusia biasa yang harus ke toilet, maka NASA perlu merancang solusi toilet yang sempurna di ruang tanpa adanya gravitasi. Baik di ruang angkasa, ataupun di bulan. Mereka pun membuat kompetisi bernama Lunar Loo Challenge. Terbagi dalam dua kategori, dewasa dan anak-anak (junior).

Setelah mempelajari hampir 900 kiriman dalam kategori Junior, NASA akhirnya memilih pemenangnya. Yakni Zyson Kang, warga Malaysia berusia 9 tahun.
Spacesuit Lunar Toilet, hasil karya desain Kang, memang dirancang untuk bisa cukup dimasukkan ke dalam pakaian luar angkasa.
Di ruang hampa udara, desain perangkat toilet di pakaian luar angkas dikemas mungil. Juga punya fungsi khusus. Yakni menciptakan ruang hampa untuk menyedot cairan apa pun yang dikeluarkan oleh astronot.
BACA JUGA: Snapdragon 888 Bisa Kontrol Mobil RC dari Jarak Jauh Tanpa Ngelag di Jaringan 5G mmWave
Yang perlu dilakukan astronot hanyalah menggerakkan kaki mereka, yang kemudian akan menyalurkan urin mereka ke dalam wadah yang disimpan di sepatu bot mereka.
Yang paling keren, perangkat tersebut tidak butuh baterai atau pasokan listrik untuk berfungsi. Sehingga menjadikan cara kerjanya sangat ringan dan murah.
Menurut pelatih Kang di I-Discovery World Science Center di Selangor, Malaysia, bocah lelaki itu memang punya bakat untuk mencipta. ”Dia rajin membaca dan selalu ingin tahu. Kang sangat menyukai sains, terutama astronomi,” kata Chong Soo Sheong, dari I-Discovery World.
Chong dan Kang memulai proyek tersebut pada bulan Juni, dan menyerahkannya kepada panel juri Lunar Loo NASA pada Agustus.

”Pada 29 Oktober, NASA mengundangnya untuk mempresentasikan modelnya di webinar. Tim NASA terkesan dengan kesederhanaan modelnya,” kata Chong.
Kang berhasil mengalahkan lebih dari 897 peserta dari 85 negara. Bahkan, desain toilet pakaian antariksa Kang dapat digunakan tidak hanya untuk pakaian luar angkasa. Melainkan juga profesional medis dalam situasi darurat.
”Saya tidak dapat membayangkan betapa payahnya harus pergi ke kamar mandi saat Anda menghadapi keadaan darurat medis. Bagaimana dokter buang air? Misalnya, petugas medis biasanya harus melepas atau mengganti Alat Pelindung Diri (APD) mereka jika mereka harus ke toilet saat menangani pasien COVID-19,” jelas Chong.
Model toilet kompak Kang akan memungkinkan dokter dan perawat untuk beristirahat di toilet mereka selama keadaan darurat tanpa harus mengganti atau melepas pakaian APD mereka.
(dan)
Lihat Juga :