Aplikasi Properti Sebut Ini Kesempatan Bagi Pasangan Muda untuk Beli Rumah
Senin, 30 November 2020 - 03:07 WIB
loading...
A
A
A
"Suplai properti residensial terbesar berdasarkan data Rumah.com datang dari DKI Jakarta, yakni sebesar 32% dari total suplai nasional. Sementara itu, Jawa Barat menyumbang suplai 28%, diikuti Banten (17%), dan Jawa Timur (14%)," ujarnya.
RIPMI-S untuk Banten berada pada angka 144,5 pada kuartal ketiga tahun ini, mengalami kenaikan sebesar 11% (QoQ). Sementara DKI Jakarta 140,1 dengan kenaikan 5,2% (QoQ). Peningkatan suplai terbesar terjadi di Jawa Barat yakni 12,2% (QoQ). RIPMI-S Jawa Barat berada pada angka 140,9.
Adanya peningkatan secara drastis indeks suplai properti tersebut memberikan keuntungan bagi konsumen, di mana kuartal ini masih tetap menjadi buyer’s market. Sehingga bagi sebagian konsumen, membeli rumah di situasi seperti ini mungkin bukan keputusan yang ideal, tapi bagi mereka yang memang benar-benar sudah siap secara finansial, keputusan sebaiknya diambil sekarang juga.
Keputusan membeli properti di saat buyer's market seperti ini sangat tepat diambil khususnya bagi pasangan muda. Apalagi bagi mereka yang baru menikah di masa pandemik, sehingga bisa berhemat biaya resepsi pernikahan dan bisa digunakan untuk membeli rumah.
Fakta ini juga sejalan dengan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, di mana 63% responden menyatakan belum menikah menjadi salah satu alasan untuk belum keluar dari rumah orang tua. Angka ini naik secara drastis dari level 46% responden yang dinyatakan pada semester sebelumnya.
Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1.007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada Januari-Juni 2020. Survei ini dilakukan oleh Rumah.com untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Tanah Aair.
RIPMI-S untuk Banten berada pada angka 144,5 pada kuartal ketiga tahun ini, mengalami kenaikan sebesar 11% (QoQ). Sementara DKI Jakarta 140,1 dengan kenaikan 5,2% (QoQ). Peningkatan suplai terbesar terjadi di Jawa Barat yakni 12,2% (QoQ). RIPMI-S Jawa Barat berada pada angka 140,9.
Adanya peningkatan secara drastis indeks suplai properti tersebut memberikan keuntungan bagi konsumen, di mana kuartal ini masih tetap menjadi buyer’s market. Sehingga bagi sebagian konsumen, membeli rumah di situasi seperti ini mungkin bukan keputusan yang ideal, tapi bagi mereka yang memang benar-benar sudah siap secara finansial, keputusan sebaiknya diambil sekarang juga.
Keputusan membeli properti di saat buyer's market seperti ini sangat tepat diambil khususnya bagi pasangan muda. Apalagi bagi mereka yang baru menikah di masa pandemik, sehingga bisa berhemat biaya resepsi pernikahan dan bisa digunakan untuk membeli rumah.
Fakta ini juga sejalan dengan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, di mana 63% responden menyatakan belum menikah menjadi salah satu alasan untuk belum keluar dari rumah orang tua. Angka ini naik secara drastis dari level 46% responden yang dinyatakan pada semester sebelumnya.
Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1.007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada Januari-Juni 2020. Survei ini dilakukan oleh Rumah.com untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Tanah Aair.
Lihat Juga :