Drama Rp34 Triliun! Pendiri Startup AI Manus Dicekal di China Usai Dicaplok Meta
Senin, 06 April 2026 - 13:49 WIB
loading...
Startup AI asal China, Manus, mendapatkan masalah besar setelah menjual startup mereka ke Meta. Foto: ist
A
A
A
CHINA - Ambisinya menjadi punggawa kecerdasan buatan (AI) global bersama Meta justru berujung pada cekal negara; dua pendiri startup Manus kini dilarang meninggalkan daratan China akibat investigasi megatransaksi senilai Rp34 triliun yang memicu kemarahan Beijing.
Bulan lalu, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) secara mendadak memanggil Chief Executive Manus, Xiao Hong, dan Chief Scientist, Ji Yichao.
Usai pertemuan tersebut, kedua eksekutif yang kini berbasis di Singapura itu diinstruksikan tidak boleh terbang keluar negeri, meski masih bebas bepergian di dalam wilayah China.
Status mereka kini menggantung tanpa ada penyelidikan formal maupun dakwaan resmi. Saat ini, Manus dikabarkan tengah sibuk mencari firma hukum dan konsultan untuk mengurai benang kusut regulasi ini.
Petaka ini bermula pada Desember tahun lalu ketika raksasa teknologi AS, Meta, mengumumkan akuisisi penuh atas Manus.
Nilai transaksinya sangat fantastis, divaluasi antara Rp34 triliun hingga Rp51 triliun (USD2 miliar hingga USD3 miliar).
Manus, yang kini dioperasikan oleh entitas Butterfly Effect Pte di Singapura, dikenal dengan produk agen AI serbaguna layaknya "karyawan digital" yang mampu melakukan riset dan otomatisasi dengan instruksi minimal.
Bulan lalu, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) secara mendadak memanggil Chief Executive Manus, Xiao Hong, dan Chief Scientist, Ji Yichao.
Usai pertemuan tersebut, kedua eksekutif yang kini berbasis di Singapura itu diinstruksikan tidak boleh terbang keluar negeri, meski masih bebas bepergian di dalam wilayah China.
Status mereka kini menggantung tanpa ada penyelidikan formal maupun dakwaan resmi. Saat ini, Manus dikabarkan tengah sibuk mencari firma hukum dan konsultan untuk mengurai benang kusut regulasi ini.
Petaka ini bermula pada Desember tahun lalu ketika raksasa teknologi AS, Meta, mengumumkan akuisisi penuh atas Manus.
Nilai transaksinya sangat fantastis, divaluasi antara Rp34 triliun hingga Rp51 triliun (USD2 miliar hingga USD3 miliar).
Manus, yang kini dioperasikan oleh entitas Butterfly Effect Pte di Singapura, dikenal dengan produk agen AI serbaguna layaknya "karyawan digital" yang mampu melakukan riset dan otomatisasi dengan instruksi minimal.
Lihat Juga :