Drama Rp34 Triliun! Pendiri Startup AI Manus Dicekal di China Usai Dicaplok Meta
Senin, 06 April 2026 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
Meta berambisi memadukan 100 orang tim tangguh Manus ke dalam ekosistem mereka. Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, bahkan sempat memuji akuisisi ini sebagai langkah besar untuk membangun pusat AI di Singapura dengan produk yang "luar biasa".
Namun, dari kacamata pemerintah China, manuver ini adalah bentuk pembajakan aset strategis.
Analisis pasar menunjukkan Beijing sangat sensitif terhadap tren yang mereka istilahkan sebagai "menjual tanaman muda" kepada pembeli asing di sektor vital seperti AI.
Kekhawatiran ini makin memuncak setelah Manus, yang awalnya didirikan di China pada 2022 melalui Beijing Butterfly Effect Technology, tiba-tiba memindahkan markas dan tim intinya ke Singapura usai menerima putaran pendanaan dari firma modal ventura AS, Benchmark.
Padahal, mereka masih memiliki entitas terdaftar di China, termasuk perusahaan kembar Beijing Red Butterfly Technology beserta anak perusahaannya di Wuhan.
Investor awal mereka pun bercorak lokal, seperti HongShan, Tencent, dan Zhen Fund.
Kementerian Perdagangan China sejak Januari telah meninjau potensi pelanggaran kontrol ekspor atas kesepakatan ini.
Kini, otoritas secara spesifik menyoroti dugaan pelanggaran aturan pelaporan investasi langsung asing (FDI) paska perubahan kepemilikan entitas lokal mereka.
Namun, dari kacamata pemerintah China, manuver ini adalah bentuk pembajakan aset strategis.
Analisis pasar menunjukkan Beijing sangat sensitif terhadap tren yang mereka istilahkan sebagai "menjual tanaman muda" kepada pembeli asing di sektor vital seperti AI.
Kekhawatiran ini makin memuncak setelah Manus, yang awalnya didirikan di China pada 2022 melalui Beijing Butterfly Effect Technology, tiba-tiba memindahkan markas dan tim intinya ke Singapura usai menerima putaran pendanaan dari firma modal ventura AS, Benchmark.
Padahal, mereka masih memiliki entitas terdaftar di China, termasuk perusahaan kembar Beijing Red Butterfly Technology beserta anak perusahaannya di Wuhan.
Investor awal mereka pun bercorak lokal, seperti HongShan, Tencent, dan Zhen Fund.
Kementerian Perdagangan China sejak Januari telah meninjau potensi pelanggaran kontrol ekspor atas kesepakatan ini.
Kini, otoritas secara spesifik menyoroti dugaan pelanggaran aturan pelaporan investasi langsung asing (FDI) paska perubahan kepemilikan entitas lokal mereka.
Lihat Juga :