Ambyar, Sempat Dinyatakan Manjur Ternyata Vaksin AstraZeneca Salah Uji Coba
Jum'at, 27 November 2020 - 01:47 WIB
loading...
Kepercayaan para ahli terhadap validitas data COVID-19 yang dilaporkan AstraZeneca terkikis cepat karena kesalahan uji coba para peneliti perusahaan. Foto/Business Insider
A
A
A
WASHINGTON - AstraZeneca merupakan salah satu kandidat vaksin COVID-19 yang dinyatakan efektif menundukan virus mematikan tersebut. Belakangan CEO mengakui vaksin kemungkinan akan menggelar uji ulang vaksin COVID-19 lantaran ada kesalahan dalam uji coba pertama yang bisa memberikan hasil tidak wajar.
Kepercayaan para ahli terhadap validitas data COVID-19 yang dilaporkan AstraZeneca pun terkikis dengan cepat hanya dalam beberapa hari. (Baca juga: Vaksin Moderna Diumumkan 94,5% Efektif Jinakkan Virus Corona )
Perusahaan melaporkan pada hari Senin bahwa vaksin virus Corona efektif hingga 90% berdasarkan hasil awal dari studi terhadap 23.000 sukarelawan di Brasil dan Inggris. Tetapi kemudian diketahui bahwa ada kesalahan selama persidangan awal, yang memicu rentetan pertanyaan.
Pada hari Kamis, CEO perusahaan farmasi, Pascal Soriot, mengakui kekhawatiran tersebut. Dikatakannya, mereka kemungkinan akan melakukan uji coba kedua dari kandidat vaksin dua dosis, ungkap Bloomberg News, Kamis (26/11/2020).
"Sekarang kami telah menemukan apa yang tampak seperti kemanjuran yang lebih baik, kami harus memvalidasi ini, jadi kami perlu melakukan studi tambahan," kata Soriot kepada Bloomberg News.
Kepercayaan para ahli terhadap validitas data COVID-19 yang dilaporkan AstraZeneca pun terkikis dengan cepat hanya dalam beberapa hari. (Baca juga: Vaksin Moderna Diumumkan 94,5% Efektif Jinakkan Virus Corona )
Perusahaan melaporkan pada hari Senin bahwa vaksin virus Corona efektif hingga 90% berdasarkan hasil awal dari studi terhadap 23.000 sukarelawan di Brasil dan Inggris. Tetapi kemudian diketahui bahwa ada kesalahan selama persidangan awal, yang memicu rentetan pertanyaan.
Pada hari Kamis, CEO perusahaan farmasi, Pascal Soriot, mengakui kekhawatiran tersebut. Dikatakannya, mereka kemungkinan akan melakukan uji coba kedua dari kandidat vaksin dua dosis, ungkap Bloomberg News, Kamis (26/11/2020).
"Sekarang kami telah menemukan apa yang tampak seperti kemanjuran yang lebih baik, kami harus memvalidasi ini, jadi kami perlu melakukan studi tambahan," kata Soriot kepada Bloomberg News.
Lihat Juga :