Algoritma AI Tingkatkan Keamanan Pesawat Udara Hadapi Badai
Senin, 23 November 2020 - 04:10 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, sistem juga akan memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan ketidakpastian saat merencanakan penerbangan. Faktor tersebut bisa berupa model pesawat yang berbeda saat digunakan, berat dan muatannya, hembusan angin, bahkan upaya lepas landas dan pendaratan.
Baca juga : Peduli Pelanggan, IUIGA Ganjar Transaksi Online dan Offline dengan Vitamin C
Para ilmuwan mengantisipasi bahwa hasil akhir dari proyek ini adalah perangkat lunak perencanaan penerbangan yang akan memperbaiki indikator sistem transportasi udara, mengurangi penundaan, meningkatkan kapasitasnya, dan meningkatkan keselamatan. Ini juga akan meningkatkan indikator ekonomi maskapai penerbangan dengan mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan mereka dengan waktu penerbangan yang lebih baik.
Pada tataran metodologis, proyek ini membutuhkan pendekatan multidisiplin. Para ilmuwan akan menggunakan AI untuk mengkarakterisasi ketidakpastian dari semua elemen yang membentuk lalu lintas udara dan menggunakan model epidemiologi untuk mensimulasikan bagaimana penundaan dalam sistem menyebar di tingkat jaringan.
Di sisi lain, mereka akan menggunakan Big Data untuk menganalisis seberapa besar volume informasi dapat diproses secara terus menerus. Ini digunakan agar pengembangan algoritma dapat mengoptimalkan penerbangan ini.
Baca juga : Peduli Pelanggan, IUIGA Ganjar Transaksi Online dan Offline dengan Vitamin C
Para ilmuwan mengantisipasi bahwa hasil akhir dari proyek ini adalah perangkat lunak perencanaan penerbangan yang akan memperbaiki indikator sistem transportasi udara, mengurangi penundaan, meningkatkan kapasitasnya, dan meningkatkan keselamatan. Ini juga akan meningkatkan indikator ekonomi maskapai penerbangan dengan mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan mereka dengan waktu penerbangan yang lebih baik.
Pada tataran metodologis, proyek ini membutuhkan pendekatan multidisiplin. Para ilmuwan akan menggunakan AI untuk mengkarakterisasi ketidakpastian dari semua elemen yang membentuk lalu lintas udara dan menggunakan model epidemiologi untuk mensimulasikan bagaimana penundaan dalam sistem menyebar di tingkat jaringan.
Di sisi lain, mereka akan menggunakan Big Data untuk menganalisis seberapa besar volume informasi dapat diproses secara terus menerus. Ini digunakan agar pengembangan algoritma dapat mengoptimalkan penerbangan ini.
(fan)
Lihat Juga :