Kebanjiran Isu Keamanan, Zoom Terus Bebenah Diri Optimalkan Aplikasi
Minggu, 10 Mei 2020 - 21:24 WIB
loading...
Aplikasi zoom. FOTO/ Ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 membuat aplikasi Zoom naik daun. Belakangan, Zoom mengklaim jumlah pengguna aktif hariannya menembus 300 juta di seluruh dunia. Tentu menjadi pencapaian yang sangat menggembirakan.
Meski meroket, platform penyedia layanan konferensi video ini menimbulkan banyak isu celah keamanan. Salah satunya adalah Zoom tidak menggunakan sistem keamanan enkripsi end to end.
Padahal, sistem keamanan komunikasi digital ini dirancang agar orang yang menerima pesan atau konten hanya orang berhak menerimanya saja. Perihal ini menimbulkan banyak perbincangan yang khawatir tentang data mereka.
Meski demikian, angka pengguna Zoom nyatanya terus meningkat. Aplikasi yang didirkan oleh Eric Yuan ini terus berbenah diri. Yang terbaru, Zoom membeli start up bernama Keybase, untuk menyematkan mode enkripsi end to end pada layanannya.
Akan tetapi, mengutip dari Phone Arena, pengguna yang bisa mendapat layanan tersebut hanyalah yang berlangganan. Pengguna harus membayar mulai dari USD14,99 atau sekitar Rp224 ribu per bulannya untuk mendapat layanan ini.
Di luar isu keamanan tersebut, Zoom masih menjadi aplikasi pilihan. Penggunaannya yang mudah menjadi salah satu alasan banyak diminati. Dalam pembaruan terakhir, Zoom juga membawa fitur baru untuk mengoptimalkan platform miliknya.
Kini Zoom ada fitut kontrol routing data. Gunanya memungkinkan admin untuk mengetahui lalu lintas real-time aktivitas akun, grup atau pengguna. Ikon keamanan Zoom pindah bersebelahan dengan kolom host menu Meeting.
Meski meroket, platform penyedia layanan konferensi video ini menimbulkan banyak isu celah keamanan. Salah satunya adalah Zoom tidak menggunakan sistem keamanan enkripsi end to end.
Padahal, sistem keamanan komunikasi digital ini dirancang agar orang yang menerima pesan atau konten hanya orang berhak menerimanya saja. Perihal ini menimbulkan banyak perbincangan yang khawatir tentang data mereka.
Meski demikian, angka pengguna Zoom nyatanya terus meningkat. Aplikasi yang didirkan oleh Eric Yuan ini terus berbenah diri. Yang terbaru, Zoom membeli start up bernama Keybase, untuk menyematkan mode enkripsi end to end pada layanannya.
Akan tetapi, mengutip dari Phone Arena, pengguna yang bisa mendapat layanan tersebut hanyalah yang berlangganan. Pengguna harus membayar mulai dari USD14,99 atau sekitar Rp224 ribu per bulannya untuk mendapat layanan ini.
Di luar isu keamanan tersebut, Zoom masih menjadi aplikasi pilihan. Penggunaannya yang mudah menjadi salah satu alasan banyak diminati. Dalam pembaruan terakhir, Zoom juga membawa fitur baru untuk mengoptimalkan platform miliknya.
Kini Zoom ada fitut kontrol routing data. Gunanya memungkinkan admin untuk mengetahui lalu lintas real-time aktivitas akun, grup atau pengguna. Ikon keamanan Zoom pindah bersebelahan dengan kolom host menu Meeting.
Lihat Juga :