COVID-19 Matikan Pariwisata, Mesir Terjunkan 100 Keturunan Firaun

Senin, 16 November 2020 - 06:01 WIB
loading...
COVID-19 Matikan Pariwisata,...
Pejabat barang antik Mesir pada hari Sabtu mengumumkan penemuan setidaknya 100 peti mati kuno berisi mumi Firaun di dalamnya. FOTO/ Daily
A A A
KAIRO - Pandemi COVID-19 mematikan dunia pariwisata untuk membangkitkan wisatawan untuk berkunjung Pemerintah dan Pejabat barang antik Mesir pada hari Sabtu mengumumkan penemuan setidaknya 100 peti mati kuno berisi mumi keturunan raja Firaun di dalamnya, dan sekitar 40 patung emas di pekuburan Firaun yang luas di selatan Kairo. BACA JUGA - Berdenyut 26 Detik Sekali, Ahli Sebut Bumi dalam Keadaan Genting

Seperti dilansir dari Daily, Sarkofagus berwarna-warni dan patung-patung yang terkubur lebih dari 2.500 tahun yang lalu ditampilkan dalam pameran sementara di kaki Piramida Langkah Djoser yang terkenal di Saqqara. JUGA - Berdenyut Cepat dan 5 Fakta Mengerikan Keadaan Bumi sedang Kritis

COVID-19 Matikan Pariwisata, Mesir Terjunkan 100 Keturunan Firaun


Peti mati kayu yang disegel, yang dibuka di lokasi di tengah keriuhan meriah, adalah milik pejabat tinggi dari Periode Akhir dan periode Ptolemeus Mesir kuno.

Mereka ditemukan di tiga lubang pemakaman di kedalaman 40 kaki di pekuburan yang luas, yang dulunya adalah ibu kota kuno Mesir, Memphis.

Peti mati mumu yang ditemukan berasal dari dinasti Ptolemeus, yang memerintah Mesir selama sekitar 300 tahun - dari sekitar 320 SM. sekitar 30 SM, dan Periode Akhir (664-332 SM)
COVID-19 Matikan Pariwisata, Mesir Terjunkan 100 Keturunan Firaun


Bentuk mumifikasi paling klasik berasal dari Dinasti ke-18 yang berlangsung dari periode 1549/1550 hingga 1292 SM.

Sarkofagus tersebut telah ditampilkan dan salah satunya dibuka di hadapan wartawan untuk menunjukkan mumi di dalamnya. Beberapa diplomat asing menghadiri upacara pengumuman tersebut.

Dataran tinggi Saqqara menampung setidaknya 11 piramida, termasuk di dalamnya Step Pyramid, bersama dengan ratusan makam pejabat pada zaman kuno dan situs lain yang berkisar dari Dinasti 1 (2920 SM-2770 SM) hingga periode Koptik (395-642).
COVID-19 Matikan Pariwisata, Mesir Terjunkan 100 Keturunan Firaun

Mostafa Waziri, sekretaris jenderal dari Supreme Council of Antiquities, mengatakan studi awal menunjukkan bahwa peti mati yang dihias tersebut diperuntukan bagi para pendeta, pejabat tinggi dan kaum elit dari Periode Akhir Firaun (664-525 SM).

Dia mengatakan para arkeolog juga menemukan total 28 patung Ptah-Soker yang merupakan dewa utama pada pemakaman Saqqara, serta patung perunggu dewa Nefertum setinggi 35 cm yang diukir dengan indah, bertatahkan batu mulia. Nama pemiliknya, Pendeta Badi-Amun, tertulis di alasnya, katanya.
COVID-19 Matikan Pariwisata, Mesir Terjunkan 100 Keturunan Firaun

Situs Saqqara adalah bagian dari nekropolis ibu kota kuno Mesir, Memphis yang mencakup Piramida Giza yang terkenal, serta piramida yang lebih kecil di Abu Sir, Dahshur, dan Abu Ruwaysh. Dimana juga terdapat Reruntuhan Memphis yang ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1970-an.

COVID-19 Matikan Pariwisata, Mesir Terjunkan 100 Keturunan Firaun

El-Anany mengatakan peti mati Saqqara akan bergabung dengan 30 peti mati kayu kuno lainnya yang ditemukan pada bulan Oktober di kota selatan Luxor dekat kerajaan Firaun , dan akan dipamerkan di Museum Agung Mesir (Great Egyptian Museum) yang baru, yang dibangun oleh negara Mesir di dekat Piramida Giza.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved