Viral di Likee, Influencer Puaskan Asah Bakat Terpendam saat PJJ
Kamis, 12 November 2020 - 02:21 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Dafa gaya tersebut yang menjadi daya tariknya di mata para followers. Sedangkan video yang paling banyak disukai adalah video dengan jenis transisi perubahan dari make-up karakter menyedihkan menjadi pangeran tampan yang mempesona.
![Viral di Likee, Influencer Puaskan Asah Bakat Terpendam saat PJJ]()
Selama wabah virus Corona, dia juga merasa lebih mudah mendapatkan followers baru. Sebab banyak orang yang membutuhkan hiburan, jadi mereka mengunduh aplikasi pembuat video pendek seperti Likee. Sehingga tidak heran kalau lebih banyak juga video yang menjadi trending di For Your Page (FYP) akun Likee yang dimiliki Dafa.
Hal itu membuat dirinya bersemangat untuk membuat video konten di Likee . Sehari-hari setelah menjalankan kewajibannya mengikuti kegiatan belajar mengajar dari rumah, dia biasanya membuat konten selama dua hingga tiga jam dan menghasilkan lebih dari sepuluh konten video pendek.
Diakui Dafa, ini juga menjadi hiburannya selama di rumah setelah belajar. Karena, selain bisa berkreasi membuat video dia juga mendapatkan uang dari setiap video yang dibuatnya di Likee.
![Viral di Likee, Influencer Puaskan Asah Bakat Terpendam saat PJJ]()
Meskipun banyak teman-temannya yang mendukung Dafa menjadi influencer, ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan. Pada saat pertama kali Dafa membuat video konten di Likee, dia tidak langsung mendapat banyak followers dan like.
Di awal debut-nya dalam membuat konten Dafa juga terkadang mendapatkan hate speech. Tapi berkat kegigihannya membuat konten Dafa akhirnya berhasil trending di FYP dengan video transisi yang dibuatnya. Kemudian sekarang dia juga sudah bergabung di salah satu talent agency dan mulai mendapatkan banyak tawaran kolaborasi dari influencer lain hingga brand terkemuka.
“Sebenernya pas pertama kali aku buat akun Likee aku udah punya banyak followers di sosial media lain. Jadi aku minta mereka untuk follow Likee aku, tapi masih belum banyak juga yang follow dan pertama kali aku upload belum ada yang menonton. Hal ini mulai berubah setelah aku buat video transisi yang menggemaskan, followers aku melejit tinggi," paparnya.
Tapi di saat yang bersamaan, sambung dia, banyak juga yang menghujat. "Tapi aku enggak peduli aku tetep semangat buat bikin konten. Terus agency aku mulai ajakin aku untuk bergabung bersama mereka setelah followers aku mencapai 5.000 dan sekarang beberapa brand juga mulai ajakin aku kolaborasi,” ungkapnya.

Selama wabah virus Corona, dia juga merasa lebih mudah mendapatkan followers baru. Sebab banyak orang yang membutuhkan hiburan, jadi mereka mengunduh aplikasi pembuat video pendek seperti Likee. Sehingga tidak heran kalau lebih banyak juga video yang menjadi trending di For Your Page (FYP) akun Likee yang dimiliki Dafa.
Hal itu membuat dirinya bersemangat untuk membuat video konten di Likee . Sehari-hari setelah menjalankan kewajibannya mengikuti kegiatan belajar mengajar dari rumah, dia biasanya membuat konten selama dua hingga tiga jam dan menghasilkan lebih dari sepuluh konten video pendek.
Diakui Dafa, ini juga menjadi hiburannya selama di rumah setelah belajar. Karena, selain bisa berkreasi membuat video dia juga mendapatkan uang dari setiap video yang dibuatnya di Likee.

Meskipun banyak teman-temannya yang mendukung Dafa menjadi influencer, ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan. Pada saat pertama kali Dafa membuat video konten di Likee, dia tidak langsung mendapat banyak followers dan like.
Di awal debut-nya dalam membuat konten Dafa juga terkadang mendapatkan hate speech. Tapi berkat kegigihannya membuat konten Dafa akhirnya berhasil trending di FYP dengan video transisi yang dibuatnya. Kemudian sekarang dia juga sudah bergabung di salah satu talent agency dan mulai mendapatkan banyak tawaran kolaborasi dari influencer lain hingga brand terkemuka.
“Sebenernya pas pertama kali aku buat akun Likee aku udah punya banyak followers di sosial media lain. Jadi aku minta mereka untuk follow Likee aku, tapi masih belum banyak juga yang follow dan pertama kali aku upload belum ada yang menonton. Hal ini mulai berubah setelah aku buat video transisi yang menggemaskan, followers aku melejit tinggi," paparnya.
Tapi di saat yang bersamaan, sambung dia, banyak juga yang menghujat. "Tapi aku enggak peduli aku tetep semangat buat bikin konten. Terus agency aku mulai ajakin aku untuk bergabung bersama mereka setelah followers aku mencapai 5.000 dan sekarang beberapa brand juga mulai ajakin aku kolaborasi,” ungkapnya.
Lihat Juga :