Hati-hati, Penipu Gentayangan Gunakan Platform Online Jualan Obat COVID-19

Minggu, 08 November 2020 - 23:31 WIB
loading...
Hati-hati, Penipu Gentayangan Gunakan Platform Online Jualan Obat COVID-19
Uni Eropa meminta masyarakat untuk mewaspadai infromasi yang sala seputar COVID-19. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Komisi Eropa pada akhir pekan ini mendesak platform online untuk bersiap menghadapi gelombang baru penipuan konsumen terkait kebangkitan infeksi COVID-19 di Eropa. Untuk itu, mereka perlu bekerja lebih keras melawan penyebaran disinformasi terkait pandemik. (Baca juga: Kombinasi Obat COVID-19 Racikan Unair Raih Rekomendasi Kemenkes )

Eksekutif Uni Eropa, mengatakan, pedagang penipu telah mencoba untuk menjual produk secara online yang disajikan secara palsu sebagai obat untuk virus Corona atau pencegahan infeksi. Dan penipu telah menggunakan tawaran untuk mencuri alamat email dan kata sandi.

"Kami tahu dari pengalaman kami sebelumnya bahwa penipu melihat pandemik ini sebagai peluang untuk mengelabui konsumen Eropa," kata Komisaris Kehakiman, Didier Reynders, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters.

"Kami harus lebih gesit selama gelombang kedua yang saat ini melanda Eropa," tambahnya setelah pertemuan dengan eksekutif platform di mana dia mendorong mereka untuk bergabung memperkuat tanggapan mereka terhadap calon penipu. (Baca juga: Puluhan Alat Deteksi Bencana di Gunungkidul Tak Berfungsi )

Platform online yang bekerja sama dengan Komisi Eropa untuk memerangi penipuan konsumen adalah Allegro, Amazon, Alibaba/AliExpress, CDiscount, Ebay, Facebook, Google, Microsoft/Bing, Rakuten, Verizon Media/Yahoo, dan Wish.

Dikatakan Didier, sejak Maret platform-platform ini telah melaporkan penghapusan ratusan juta penawaran dan iklan ilegal. Mereka juga mengonfirmasi penurunan yang stabil dalam daftar terkait virus Corona baru.

Secara terpisah, Komisi, mengatakan, sebuah laporan baru menunjukkan Facebook, Google, Microsoft, Twitter, dan TikTok telah mengambil "tindakan berguna" untuk melawan informasi palsu dan menyesatkan terkait virus Corona, tetapi konten berbahaya masih ada secara online.

“Penyebaran virus disinformasi terkait dengan pandemi menempatkan kesehatan dan keselamatan warga negara kita dalam risiko,” kata Thierry Breton, Komisaris Pasar Internal, dalam sebuah pernyataan.

“Kami membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat dengan platform online dalam beberapa minggu mendatang untuk melawan disinformasi secara efektif," katanya lagi.
(iqb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1185 seconds (10.101#12.26)