Ini Solusi Bosch agar Pabrik Otomotif Selamat dari Pandemi
Kamis, 22 Oktober 2020 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
Dhuha mengatakan digitalisasi memiliki tiga faktor yang sangat membantu industri otomotif di masa-masa pandemi. Faktor pertama melewati hambatan social distancing. Diketahui selama masa pandemi, penerapan social distancing sangat ketat bahkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memaksa industri otomotif menghentikan aktivitas mereka. "Dengan adanya digitalisasi maka pabrik akan tetap bekerja dan termonitor dari jarak jauh," terangnya.
Digitalisasi menurutnya juga memberikan transparansi. Hal ini penting karena industri otomotif memang membutuhkan transparansi di semua lini. Misalnya ketersediaan material pendukung yang ada di gudang. Sebelum masa pandemi, ketersediaan material dicek oleh operator mulai dari stok, pengeluaran hingga proses. Hanya saja hal itu tidak bisa dilakukan saat Covid-19 seperti saat ini. Belum lagi masalah transparansi yang sulit dipertanggungjawabanlan. "Pengecekan secara langsung tidak perlu dilakukan lagi," tegasnya. (Baca juga : Tesla Akui Bemper Tesla Model 3 Mudah Copot karena Hujan )
Selain itu digitalisasi juga meningkatkan fleksibilitas kegiatan manufaktur. Dia mencontohkan saat PSBB dilaksanakan beberapa waktu lalu terjadi penurunan produksi yang kemudian berefek pada suplai produk. Namun begitu PSBB dilonggarkan dan produksi naik maka tantangan selanjutnya adalah bagaimana menyalurkan produk itu ke masyarakat. "Semua itu akan terbantu melalui digitalisasi karena sudah memiliki konfigurasi data yang sangat banyak ketika digitalisasi diterapkan," ucapnya.
Diketahui hingga kini beberapa pabrikan otomotif di Indonesia memang masih mengurangi aktivitas produksi selama pandemi. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) misalnya sudah mengurangi jumlah produksi mereka selama pandemi.
Digitalisasi menurutnya juga memberikan transparansi. Hal ini penting karena industri otomotif memang membutuhkan transparansi di semua lini. Misalnya ketersediaan material pendukung yang ada di gudang. Sebelum masa pandemi, ketersediaan material dicek oleh operator mulai dari stok, pengeluaran hingga proses. Hanya saja hal itu tidak bisa dilakukan saat Covid-19 seperti saat ini. Belum lagi masalah transparansi yang sulit dipertanggungjawabanlan. "Pengecekan secara langsung tidak perlu dilakukan lagi," tegasnya. (Baca juga : Tesla Akui Bemper Tesla Model 3 Mudah Copot karena Hujan )
Selain itu digitalisasi juga meningkatkan fleksibilitas kegiatan manufaktur. Dia mencontohkan saat PSBB dilaksanakan beberapa waktu lalu terjadi penurunan produksi yang kemudian berefek pada suplai produk. Namun begitu PSBB dilonggarkan dan produksi naik maka tantangan selanjutnya adalah bagaimana menyalurkan produk itu ke masyarakat. "Semua itu akan terbantu melalui digitalisasi karena sudah memiliki konfigurasi data yang sangat banyak ketika digitalisasi diterapkan," ucapnya.
Diketahui hingga kini beberapa pabrikan otomotif di Indonesia memang masih mengurangi aktivitas produksi selama pandemi. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) misalnya sudah mengurangi jumlah produksi mereka selama pandemi.
(wsb)
Lihat Juga :