Remdesivir Enggak Mempan untuk Pasien COVID-19, Ini Buktinya!
Minggu, 18 Oktober 2020 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Pada akhirnya, ungkap Live Science, hasil penelitian menunjukkan tidak ada obat tunggal atau kombinasi obat yang secara signifikan mengurangi kematian di antara pasien, dibandingkan kelompok tanpa obat. Selain itu, obat tidak mengurangi kemungkinan pasien yang dirawat akan ditempatkan pada ventilator, juga tidak mengurangi waktu pasien di rumah sakit.
"Temuan keseluruhan yang tidak menjanjikan dari rejimen yang diuji cukup untuk menyangkal harapan awal bahwa obat tersebut akan mengurangi kematian di antara pasien COVID-19," kata penulis penelitian.
The Associated Press menyebutkan, percobaan sebelumnya telah menunjukkan hydroxychloroquine dan lopinavir tidak mengurangi kematian. Tapi data tentang Remdesivir menawarkan wawasan baru tentang apakah obat tersebut benar-benar bekerja.
"Kisah besarnya adalah penemuan bahwa Rremdesivir tidak memberikan dampak yang berarti pada kelangsungan hidup," kata Martin Landray, Profesor Kedokteran dan Epidemiologi di Universitas Oxford, dalam sebuah pernyataan yang dikutip The Associated Press.
Namun, dr Peter Chin-Hong, ahli penyakit menular di Universitas California, San Francisco, mengatakan, hasil uji coba mungkin agak miring.
"Temuan keseluruhan yang tidak menjanjikan dari rejimen yang diuji cukup untuk menyangkal harapan awal bahwa obat tersebut akan mengurangi kematian di antara pasien COVID-19," kata penulis penelitian.
The Associated Press menyebutkan, percobaan sebelumnya telah menunjukkan hydroxychloroquine dan lopinavir tidak mengurangi kematian. Tapi data tentang Remdesivir menawarkan wawasan baru tentang apakah obat tersebut benar-benar bekerja.
"Kisah besarnya adalah penemuan bahwa Rremdesivir tidak memberikan dampak yang berarti pada kelangsungan hidup," kata Martin Landray, Profesor Kedokteran dan Epidemiologi di Universitas Oxford, dalam sebuah pernyataan yang dikutip The Associated Press.
Namun, dr Peter Chin-Hong, ahli penyakit menular di Universitas California, San Francisco, mengatakan, hasil uji coba mungkin agak miring.
Lihat Juga :