Waspada Kejahatan Digital

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 06:11 WIB
loading...
Waspada Kejahatan Digital
Kejahatan digital semakin tinggi setelah digital marketing diminati masyarakat di masa pandemi ini. Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Pada masa pandemi teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk tetap bisa produktif. Menopang bisnis masyarakat agar tetap bisa berjalan.

Aktivitas semua dilakukan menggunakan teknologi. Perpindahan menuju digitalisasi ini otomatis menambah tingkat ketergantungan terhadap platform digital semakin tinggi. Maka dibutuhkan platform digital yang aman untuk masyarakat. (Baca: Muslimah, Ini Pentingnya Menyempurnakan Wudhu)

Namun yang terjadi justru semakin banyak kejahatan digital muncul sampai menimbulkan kerugian hingga Rp400 triliun menurut data Frost & Sullivan yang diprakarsai Microsoft.

Pakar teknologi informasi Tony Seno Hartono menjelaskan, kejahatan digital bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Seperti mengeksploitasi kelemahan komputer jaringan, aplikasi, dan server. Namun kecanggihan teknologi sekarang seperti artificial intelligence (AI), cloud computing membuat eksploitasi secara infrastruktur teknologi menjadi sangat sulit sehingga digunakan rekayasa sosial.

Cara klasik itu nyatanya masih menempati peringkat pertama, yakni 15% kejahatan digital, seperti yang dilaporkan ISACA, State of Cybersecurity 2020.

Waspada Kejahatan Digital


Kejahatan digital dengan rekayasa sosial seperti phising (penipuan untuk mendapatkan data pribadi), phone scams (scam kartu telepon), smashing (mengabarkan berita bohong), personation dan pretexting (menipu menggunakan nama besar seseorang dan perusahaan dengan cara yang beragam) semakin marak.

"Eksploitasi dari sisi manusia sekarang menjadi lebih mudah daripada mengeksploitasi dari sisi digital. Karena memang ada ilmunya untuk memanipulasi orang sehingga kini bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tapi kesadaran masyarakat juga amat penting," jelas Tony.

Memanipulasi agar pengguna platform digital memberikan informasi rahasia seperti password, PIN rekening, nama ibu kandung juga menjadi modus para pelaku kejahatan. Caranya bermacam-macam, misalnya membuat website atau portal online, bahkan aplikasi palsu juga dibuat dengan iming-iming tertentu. Misalnya aplikasi yang dapat mengubah wajah lebih cantik. (Baca juga: Tangkap dan Aniaya Wartawan, Polri Didesak valuasi Pola Pengamanan Unras)

Setelah aplikasi itu di-install, malware itu akan masuk dalam perangkat dan kemudian sudah dapat menguasai data pengguna serta bisa langsung mengeksploitasi orangnya. Aplikasi ini seolah dibuat baik, itu yang menjadi kelemahan manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
datalabs.id Raih 2026...
datalabs.id Raih 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Keamanan Siber: Saat...
Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Rekomendasi
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
Berita Terkini
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Infografis
Jomblo Waspada! Kesepian...
Jomblo Waspada! Kesepian Picu Penyakit Jantung hingga Diabetes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved