Hitachi ABB Power Grids Kenalkan Ekosistem Terukur Digitalisasi Transformer

Rabu, 30 September 2020 - 23:34 WIB
loading...
Hitachi ABB Power Grids...
TXpert™ Hub dari Hitachi ABB Power Grids sebagai pusat dari ekosistem adalah perangkat pemantauan dan diagnostik data yang juga menyediakan konektivitas. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Hitachi ABB Power Grids meluncurkan Ekosistem TXpert™ untuk digitalisasi transformer. Ekosistem ini dirancang untuk mendorong inteligensi dan pengambilan keputusan berdasarkan data dalam operasi dan pemeliharaan transformer dan jaringan listrik . (Baca juga: 11 Pertimbangan MA Kabulkan PK dan Kurangi Hukuman Anas Urbaningrum )

Ini adalah rangkaian lengkap dari produk, perangkat lunak, layanan, dan solusi yang selaras dan memiliki kemampuan untuk berintegrasi dengan peralatan digital baru maupun peralatan yang sudah ada dari produsen lain.

"Kami telah memelopori Ekosistem TXpert™ yang terukur untuk menyatukan pelanggan, mitra, dan rekanan industri dalam platform terbuka yang dikembangkan dengan standar keamanan siber yang ketat, memudahkan langkah mereka menuju digitalisasi," kata Bruno Melles, Managing Director, Unit Bisnis Transformers Hitachi ABB Power Grids.

Bruno menjelaskan, dengan pengetahuan dan inteligensi yang diperoleh dari merancangan dan menyervis ribuan transformer, akan membantu mengurangi biaya dan risiko, mengoptimalkan operasi, memperpanjang harapan hidup, dan meningkatkan kinerja lingkungan, sehingga memungkinkan masa depan energi yang berkelanjutan.

Sesuai laporan CIGRE (International Council On Large Electric System), organisasi nonprofit yang bertujuan fokus membahas isu yang berhubungan dengan pengembangan, operasi dan manajemen tentang sistem kelistrikan, tiga gangguan utama transformer terletak pada gulungan, pengubah tap, dan bushing. Ekosistem TXpert™ memberikan opsi untuk memitigasi semua hal ini.

Misalnya, sebut dia, kegagalan bushing dapat menyebabkan pecahnya tangki transformer dan terjadinya ledakan, yang mengakibatkan biaya perbaikan yang sangat tingg. Sementara biaya penggantian bushing tegangan tinggi tidak sampai satu persen dari biaya perbaikan.

"Dengan menggunakan solusi Ekosistem TXpert™ untuk pengelolaan aset secara digital, status real-time dari bushing dapat dipantau dan tindakan korektif dapat diambil sebelum probabilitas kegagalan meninggi," katanya.

TXpert™ Hub dari Hitachi ABB Power Grids sebagai pusat dari ekosistem adalah perangkat pemantauan dan diagnostik data yang juga menyediakan konektivitas. Dirancang sebagai platform terbuka, mampu mengintegrasikan beberapa set data dari sensor TXpert™ Ready dari berbagai pabrikan, menyederhanakan digitalisasi transformer sesuai standar komunikasi modern dan keamanan siber yang ketat. Data dan intelegensi dari TXpert Hub™ dapat diakses secara lokal dan solusi berbasis cloud.

Transformer dengan TXpert™ Enabled dapat diubah dengan solusi Asset Performance Management (APM) dari Hitachi ABB Power Grids. Sebagai solusi perangkat lunak tingkat perusahaan, APM dapat digunakan untuk transformer individu maupun skala besar.

Guna mendukung pelanggan menggunakan data yang dihasilkan dari TXpert™ untuk pengambilan keputusan yang cerdas, layanan jarak jauh dan lanjutan menyediakan manajemen situs virtual, penilaian hidup, inspeksi robotik, dan perjanjian layanan untuk perawatan transformer.

Pelanggan dapat secara fleksibel menerapkan ekosistem di transformer baru atau transformer yang sudah ada dari Hitachi ABB Power Grids dan pabrikan lain, dengan solusi TXpert™ yang disesuaikan sesuai kebutuhan spesifiknya.

"Hitachi ABB Power Grids mendukung PBB dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Ekosistem TXpert™ akan berkontribusi untuk memfasilitasi akses ke energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua," tutur Bruno.

Hitachi ABB Power Grids telah menjadi pelopor teknologi transformer selama lebih dari satu abad, berkolaborasi dengan komite global dalam menetapkan standar dan protokol teknologi. Ditambah dengan rekam jejak Hitachi yang telah terbukti dalam teknologi digital lanjutan, Hitachi ABB Power Grids menciptakan nilai pelanggan melalui solusi cerdas untuk jaringan listrik. (Baca juga: Mercedez-Benz 300 SL Gullwing 1957 Ini Terjual Rp17,2 Miliar )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari 30 Hari Jadi 3...
Dari 30 Hari Jadi 3 Hari: Pabrik Sawit Koperasi Suntik Digital SAP, Margin Laba Petani Naik hingga 4 Persen!
Merajut Ekosistem Digital...
Merajut Ekosistem Digital ala Telkom, dari Koperasi Desa hingga Industri Global
Digitalisasi dan Teknologi...
Digitalisasi dan Teknologi Jadi Senjata Ampuh Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Efisiensi Penggunaan...
Efisiensi Penggunaan Ruangan, GDPS Ciptakan Room Booking System
5 Manfaat Menggunakan...
5 Manfaat Menggunakan earlyvoting.net yang Wajib Kamu Tahu
Ganjar-Mahfud Siapkan...
Ganjar-Mahfud Siapkan Digitalisasi Birokrasi untuk Berantas Korupsi di Indonesia, Ini 3 Manfaat Digitalisasi!
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Rekomendasi
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved