Larangan Plastik Sekali Pakai Bukan Solusi Masalah Lingkungan
Selasa, 29 September 2020 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Padahal sebetulnya tas pembungkus itu juga mengandung lapisan plastik Polypropylene atau PP. "Yang membuat itu water-proof kan lapisan plastiknya," ujar Wahyudi. (Baca juga: Pengurus INSA Ramai-Ramai Tegaskan Kedaulatan Kapal Berbendera Indonesia, Ada Apa? )
Bahkan, tegas dia, masker surgical seperti 3Ply saja juga memiliki lapisan plastik. Jadi bisa dibayangkan, tidak mungkin melarang penggunaan single-use plastic. Karena lapisan plastik sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di tengah pandemik COVID-19.
Jika perhatian pemerintah dan masyarakat ada pada sampah single-use plastic, seharusnya sampah masker juga menjadi perhatian. Sampah jenis ini sekarang sudah menumpuk. “Artinya, memang solusinya tidak bisa kita larang plastiknya, melainkan waste management," katanya kembali mengingatkan.
Dalam kesempatan yang sama, Praktisi Medis, Kardiana Dewi, berpendapat, di dunia medis, penggunaan single-use disarankan untuk menjaga higienitas di tengah pandemik ini agar meminimalisir risiko terpapar virus.
"Contohnya, dalam keseharian petugas medis yang mayoritas menggunakan alat single-use, termasuk juga APD, dan single-use surgical mask yang menjadi sangat krusial di masa pandemik ini," ungkap Kardiana. (Baca juga: Bulan Oktober LG Rilis TV dengan Layar Bisa Digulung, Harganya Rp1,3 Miliar )
Bahkan, tegas dia, masker surgical seperti 3Ply saja juga memiliki lapisan plastik. Jadi bisa dibayangkan, tidak mungkin melarang penggunaan single-use plastic. Karena lapisan plastik sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di tengah pandemik COVID-19.
Jika perhatian pemerintah dan masyarakat ada pada sampah single-use plastic, seharusnya sampah masker juga menjadi perhatian. Sampah jenis ini sekarang sudah menumpuk. “Artinya, memang solusinya tidak bisa kita larang plastiknya, melainkan waste management," katanya kembali mengingatkan.
Dalam kesempatan yang sama, Praktisi Medis, Kardiana Dewi, berpendapat, di dunia medis, penggunaan single-use disarankan untuk menjaga higienitas di tengah pandemik ini agar meminimalisir risiko terpapar virus.
"Contohnya, dalam keseharian petugas medis yang mayoritas menggunakan alat single-use, termasuk juga APD, dan single-use surgical mask yang menjadi sangat krusial di masa pandemik ini," ungkap Kardiana. (Baca juga: Bulan Oktober LG Rilis TV dengan Layar Bisa Digulung, Harganya Rp1,3 Miliar )
(iqb)
Lihat Juga :