LIPI Angkat Suara Soal Temuan Potensi Tsunami 20 Meter di Indonesia

Senin, 28 September 2020 - 20:54 WIB
loading...
LIPI Angkat Suara Soal...
Ilustrasi Laut. FOTO/ IST
A A A
Riset mengenai potensi tsunami sebesar 20 meter yang mengancam Pulau Jawa diperkuat oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).. BACA JUGA - Teliti Aktivitas Seismic Gap, ITB Ungkap Potensi Gempa Besar dan Tsunami di Selatan Pulau Jawa

Kepala Pusat Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto, menegaskan, tsunami besar tersebut kemungkinan terjadi berulang dalam periode tertentu.(Baca juga: Mitsubishi Motor Tetap Gelar Program Penjualan Menarik )

“Gempa dan tsunami raksasa akan berulang di jalur-jalur tunjaman lempeng,” jelas Eko, dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, Tim Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI telah meneliti tsunami purba sejak 2006 di pantai Lebak, Pangandaran, Cilacap, Kutoarjo, Kulonprogo, dan Pacitan.

Hasilnya, endapan tsunami berumur 300 tahun berhasil ditemukan oleh tim peneliti di sepanjang pantai itu. Di Lebak, tsunami telah mengendapkan batang-batang kayu di rawa sejauh 1,5 km dari garis pantai.

"Jalur-jalur ini akan tetap menghasilkan gempa dan tsunami raksasa di masa datang. Tiap-tiap jalur memiliki waktu perulangan ratusan hingga ribuan tahun," tambah Eko.

Sementara di Pangandaran, tsunami purba telah menghancurkan lahan mangrove. Kemudian di lokasi bandara baru Kulonprogo, ditemukan pasir yang penuh dengan renik mati sebagai penghuni laut dalam, foraminifera, dan radiolaria.

Lokasi-lokasi endapan tsunami purba tersebut berada hingga 2,5 km dari garis pantai. Artinya, tsunami mampu menyapu daratan setidaknya sejauh 2,5 km.

“Jika lempeng di Selatan Jawa sepanjang 800 km bergeser, gempa sebesar 9 magnitudo berpotensi terjadi,” imbuhnya.

Eko menuturkan, dari hitungan hipotetik MacCaffrey, seorang ahli geofisika dari Amerika Serikat, jalur subduksi selatan Jawa berpotensi memicu gempa 9,6 magnitudo yang bisa berulang setiap 675 tahun sekali.

Sementara perhitungan serupa pada pantai barat Sumatera adalah 525 tahun. Berdasarkan perhitungan yang sama, telah terkonfirmasi juga bahwa tsunami pada 2004 di Aceh pernah terjadi 550 tahun lalu.

Menurut Eko, perlu menjadi perhatian bahwa hasil penelitian terkait endapan tsunami di dalam Gua Laut di Aceh selama kurun waktu 7.400 tahun terakhir, menunjukkan perulangan tsunami dan gempa yang tidak benar-benar periodik.

Dalam satu periode waktu tertentu, tsunami lebih sering terjadi daripada periode lainnya.. BACA JUGA - Teliti Aktivitas Seismic Gap, ITB Ungkap Potensi Gempa Besar dan Tsunami di Selatan Pulau Jawa

"Ini sebuah pesan kuat bahwa masyarakat harus senantiasa siap siaga sepanjang waktu guna menghadapi ancaman gempa dan tsunami," tutur Eko.

Dengan begitu, diperlukan mitigasi bencana dalam menyikapi potensi bencana yang ada di Indonesia. Menurut Eko, pengembangan wilayah pesisir selatan Jawa sebagai pusat-pusat perekonomian dipastikan akan meningkatkan risiko bencana, khususnya tsunami.

Oleh karena itu, dia mengatakan, seharusnya pemerintah melakukan penghitungan ulang analisis risikonya, sehingga upaya pengurangan risiko dapat dilakukan, beriringan dengan segala kegiatan pembangunan.

" Bencana selalu berulang, menimbulkan kerugian harta dan jiwa sangat besar," tandas Eko.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Rekomendasi
Vicky Shu Sindir Calo...
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS Patok Harga Selangit, Kesal Oknum Menimbun Tiket
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Berita Terkini
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved