Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Senin, 22 Juni 2026 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Jamur ini bukan parasit biasa. Ia masuk ke dalam kelas "hyperparasit". Artinya: parasit tingkat tinggi yang memangsa parasit lain. Target utamanya justru si jamur zombie Ophiocordyceps tadi.
"Ia secara efektif memparasit patogen utamanya," ujar Jaya Seelan Sathiya Seelan, Wakil Direktur Institut UMS. "Jamur ini masuk dalam genus Pleurocordyceps dan bertindak sebagai hyperparasit khusus."
Cara kerjanya cerdik. Dan efisien. Pleurocordyceps tidak perlu repot memanipulasi sistem saraf semut dari awal. Ia biarkan si jamur zombie bekerja mematikan sang inang. Setelah Ophiocordyceps tumbuh subur di dalam bangkai semut, barulah Pleurocordyceps mengambil alih.
"Alih-alih memanipulasi sistem saraf serangga itu sendiri, Pleurocordyceps menyusup dan memakan langsung jaringan Ophiocordyceps yang sedang berkembang subur di dalam inang," jelas Seelan.
Ibarat merampas hasil rampokan orang lain. Tuntas.
Dari sisi analisis sains dan "pasar" bioteknologi, penemuan ini punya potensi yang sangat mahal. Jamur parasit sering kali menjadi tambang emas untuk senyawa bioaktif.
Industri farmakologi dunia selalu memburu temuan seperti ini untuk diracik menjadi obat-obatan atau antibiotik baru.
"Ia secara efektif memparasit patogen utamanya," ujar Jaya Seelan Sathiya Seelan, Wakil Direktur Institut UMS. "Jamur ini masuk dalam genus Pleurocordyceps dan bertindak sebagai hyperparasit khusus."
Cara kerjanya cerdik. Dan efisien. Pleurocordyceps tidak perlu repot memanipulasi sistem saraf semut dari awal. Ia biarkan si jamur zombie bekerja mematikan sang inang. Setelah Ophiocordyceps tumbuh subur di dalam bangkai semut, barulah Pleurocordyceps mengambil alih.
"Alih-alih memanipulasi sistem saraf serangga itu sendiri, Pleurocordyceps menyusup dan memakan langsung jaringan Ophiocordyceps yang sedang berkembang subur di dalam inang," jelas Seelan.
Ibarat merampas hasil rampokan orang lain. Tuntas.
Dari sisi analisis sains dan "pasar" bioteknologi, penemuan ini punya potensi yang sangat mahal. Jamur parasit sering kali menjadi tambang emas untuk senyawa bioaktif.
Industri farmakologi dunia selalu memburu temuan seperti ini untuk diracik menjadi obat-obatan atau antibiotik baru.
Lihat Juga :