Tahukah Anda! Jamur dapat Memengaruhi Curah Hujan dan Cuaca
Kamis, 30 April 2026 - 13:37 WIB
loading...
Jamur dapat Memengaruhi Curah Hujan dan Cuaca. Foto/ Daily
A
A
A
LONDON - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa beberapa spesies jamur mungkin mampu memengaruhi cuaca, bahkan berkontribusi pada curah hujan, dengan 'meminjam' gen dari bakteri purba.
Para ilmuwantelah lama mengetahui bahwa bakteri tertentu dapat menghasilkan protein yang membantu air membeku pada suhu yang relatif tinggi (sekitar -5°C), melalui proses yang disebut "nukleasi ikonik".
Namun, apakah jamur juga memiliki kemampuan serupa masih menjadi misteri. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Boris Vinatzer, yang bekerja di Virginia Tech University (AS), telah berupaya untuk menguraikan mekanisme ini, menurutLiveSciencepada 28 April.
Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnalScience Advancesini membuka perspektif baru tentang peran mikroorganisme dalam sistem iklim Bumi.
Dengan menganalisis genom dua strain jamur yang termasuk dalam famili Mortierellaceae, tim peneliti mengidentifikasi segmen DNA yang hampir identik dengan gen InaZ yang ditemukan pada bakteri.
Ketika gen ini dipindahkan ke sel ragi, ragi tersebut juga mulai mampu membentuk es. Hal ini meng подтверkan bahwa gen ini bertanggung jawab untuk menghasilkan protein yang memulai proses pembentukan es.
Para ilmuwantelah lama mengetahui bahwa bakteri tertentu dapat menghasilkan protein yang membantu air membeku pada suhu yang relatif tinggi (sekitar -5°C), melalui proses yang disebut "nukleasi ikonik".
Namun, apakah jamur juga memiliki kemampuan serupa masih menjadi misteri. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Boris Vinatzer, yang bekerja di Virginia Tech University (AS), telah berupaya untuk menguraikan mekanisme ini, menurutLiveSciencepada 28 April.
Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnalScience Advancesini membuka perspektif baru tentang peran mikroorganisme dalam sistem iklim Bumi.
Dengan menganalisis genom dua strain jamur yang termasuk dalam famili Mortierellaceae, tim peneliti mengidentifikasi segmen DNA yang hampir identik dengan gen InaZ yang ditemukan pada bakteri.
Ketika gen ini dipindahkan ke sel ragi, ragi tersebut juga mulai mampu membentuk es. Hal ini meng подтверkan bahwa gen ini bertanggung jawab untuk menghasilkan protein yang memulai proses pembentukan es.
Lihat Juga :