Tahukah Anda! Jamur dapat Memengaruhi Curah Hujan dan Cuaca
Kamis, 30 April 2026 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Penemuan ini menunjukkan bahwa di masa lalu yang sangat jauh, mungkin jutaan tahun yang lalu, nenek moyang beberapa spesies jamur memperoleh gen ini dari bakteri melalui proses yang disebut "transfer gen horizontal." Kemudian mereka mengembangkan kemampuan mereka sendiri, mengubah gen ini menjadi alat biologis yang berguna.
Namun, manfaat evolusioner spesifik dari kemampuan ini belum sepenuhnya jelas.
Salah satu teori menyatakan bahwa jamur menggunakannya untuk mengambil air dari udara. Misalnya, pada lumut kerak, hubungan simbiosis antara jamur dan alga, protein pembentuk es dapat menyebabkan uap air mengembun menjadi embun beku di pagi hari, yang kemudian mencair menjadi air, sehingga menyediakan air bagi organisme tersebut sepanjang hari.
Yang perlu diperhatikan, para ilmuwan percaya bahwa protein-protein ini dapat lepas ke atmosfer dan bertindak sebagai "inti es," membantu membentuk kristal es di awan.
Saat kristal-kristal ini membesar, mereka dapat jatuh sebagai hujan atau salju. Mekanisme ini mirip dengan bagaimana beberapa bakteri, seperti Pseudomonas syringae, berpartisipasi dalam siklus air.
Namun, manfaat evolusioner spesifik dari kemampuan ini belum sepenuhnya jelas.
Salah satu teori menyatakan bahwa jamur menggunakannya untuk mengambil air dari udara. Misalnya, pada lumut kerak, hubungan simbiosis antara jamur dan alga, protein pembentuk es dapat menyebabkan uap air mengembun menjadi embun beku di pagi hari, yang kemudian mencair menjadi air, sehingga menyediakan air bagi organisme tersebut sepanjang hari.
Yang perlu diperhatikan, para ilmuwan percaya bahwa protein-protein ini dapat lepas ke atmosfer dan bertindak sebagai "inti es," membantu membentuk kristal es di awan.
Saat kristal-kristal ini membesar, mereka dapat jatuh sebagai hujan atau salju. Mekanisme ini mirip dengan bagaimana beberapa bakteri, seperti Pseudomonas syringae, berpartisipasi dalam siklus air.
Lihat Juga :