Bisnis Telekomunikasi dalam Tekanan Ekonomi Global, Ini Respons APJATEL

Senin, 11 Mei 2026 - 10:08 WIB
loading...
Bisnis Telekomunikasi...
Bisnis Telekomunikasi dalam Tekanan Ekonomi Global. Foto/ Dok Telkom
A A A
JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) meminta penataan jaringan telekomunikasi nasional dilakukan secara lebih terukur.

Hal ini agar berkelanjutan tetap mampu menjaga kualitas layanan internet di tengah tekanan ekonomi global serta meningkatnya biaya operasional industri telekomunikasi.

APJATEL menilai penataan jaringan kabel telekomunikasi memang menjadi kebutuhan mendesak mengingat kondisi infrastruktur di sejumlah daerah dinilai sudah semrawut dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Selain mengganggu estetika kota, kondisi jaringan yang tidak tertata juga disebut telah memicu kecelakaan lalu lintas di beberapa wilayah.

Ketua Umum APJATEL Jerry Mangasas Swandy mengatakan asosiasi mendukung penuh langkah pemerintah dalam melakukan penataan jaringan telekomunikasi nasional.

Namun, menurut dia, proses tersebut juga perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha operator agar layanan internet kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Diperlukan keseimbangan antara percepatan penataan dan keberlangsungan usaha operator agar layanan internet kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Jerry dalam keterangannya.


Sebagai bagian dari rekomendasi industri, APJATEL meminta seluruh pekerjaan relokasi jaringan yang saat ini masih berjalan, khususnya yang melibatkan galian terbuka, manhole, maupun handhole, diprioritaskan untuk segera diselesaikan demi menjaga keselamatan masyarakat di lapangan.

Di sisi lain, APJATEL memastikan proyek relokasi yang berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional tetap berjalan sesuai jadwal.

Asosiasi menegaskan dukungannya terhadap proyek-proyek strategis pemerintah yang berdampak luas terhadap pembangunan nasional.

Untuk relokasi jaringan non-PSN, APJATEL mengusulkan penyesuaian jadwal pelaksanaan selama satu bulan ke depan.

Langkah ini dinilai penting untuk memberikan ruang bagi operator dalam melakukan penyesuaian keuangan dan operasional di tengah lonjakan biaya operasional (opex) dan biaya modal (capex) yang masih membebani industri.

APJATEL juga tengah menyiapkan pembahasan internal guna merumuskan skema penataan jaringan yang lebih ideal, efektif, dan minim gangguan terhadap layanan harian masyarakat.

Menurut asosiasi, internet kini telah menjadi kebutuhan vital yang posisinya setara dengan layanan dasar seperti listrik dan air.

Karena itu, proses penataan infrastruktur perlu dilakukan dengan pendekatan yang tidak hanya fokus pada estetika wilayah, tetapi juga menjamin keberlangsungan konektivitas digital nasional.

Sekretaris Jenderal APJATEL Zulfi Hadi mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator jaringan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun solusi bersama melalui dialog dan harmonisasi kebijakan.

“Penataan jaringan telekomunikasi membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang didukung harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Zulfi.

APJATEL menilai harmonisasi regulasi menjadi faktor penting untuk menciptakan iklim investasi telekomunikasi yang sehat, efisien, dan tetap mendukung percepatan transformasi digital nasional sesuai amanat PP Nomor 46 Tahun 2021 dan Permendagri Nomor 7 Tahun 2024.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rubah Menjaga Kandang...
Rubah Menjaga Kandang Ayam? Wakil Menteri Komdigi Jadi Petinggi Operator Seluler, Netralitas Regulator Dipertanyakan
PT Comtelindo dan Glavkosmos...
PT Comtelindo dan Glavkosmos Kerja Sama Strategis, Perluas Kolaborasi Global
Manfaatkan Teknologi...
Manfaatkan Teknologi Biometrik, XL Axiata Dukung Pemutakhiran Data Pelanggan
Ramadan dan Idul Fitri...
Ramadan dan Idul Fitri 2025: Lonjakan Trafik Data Komunikasi Nasional Diprediksi Tembus 14,6 Persen!
Kenapa Kode Telepon...
Kenapa Kode Telepon Indonesia +62, Ternyata Ini Penjelasannya
Kominfo Targetkan Regulasi...
Kominfo Targetkan Regulasi e-SIM Selesai sebelum Berganti Pemerintahan
Pemkab Jayawijaya-ISP...
Pemkab Jayawijaya-ISP Apresiasi Kehadiran Community Gateway Wamena
Prabowo Beri Bantuan...
Prabowo Beri Bantuan Peralatan Sekolah, Starlink, hingga HP di Pulau Miangas
Jaringan 5G Indoor Multi-Operator...
Jaringan 5G Indoor Multi-Operator Pertama Indonesia Hadir di MOI
Rekomendasi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved