Rugi Rp85 Triliun, Mengapa Valuasi SpaceX Malah Meroket Tembus Rp29.750 Triliun?
Sabtu, 11 April 2026 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
“Permintaan tidak akan menjadi masalah," ujar Musk, seperti dikutip Reuters. Ia berargumen bahwa sumber daya energi di Bumi akan dengan cepat menyusut karena besarnya kebutuhan AI untuk mendukung dunia, sehingga menempatkan pusat data di luar angkasa adalah solusi futuristik yang mutlak.
Targetnya bukan sekadar masuk bursa, melainkan menjadi salah satu dari 10 perusahaan terbesar di Amerika Serikat.
Dalam rencana IPO yang dijadwalkan debut pada Juni 2026 ini, SpaceX berniat meraup dana segar antara USD50 miliar hingga USD75 miliar (Rp850 triliun hingga Rp 1.275 triliun).
Namun, ada satu anomali strategis yang memantik perhatian tajam para analis pasar: SpaceX berencana mengalokasikan porsi yang sangat besar, yakni hingga 30 persen dari total saham IPO, khusus untuk investor ritel (individu).
Langkah ini mendobrak dominasi tradisional institusi perbankan dalam sejarah IPO raksasa. Meski demikian, sindikasi perbankan yang mengawal proses ini tetaplah luar biasa gemuk, melibatkan 21 bank investasi raksasa yang dipimpin oleh Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan, Bank of America, dan Citigroup.
Fokus strategis dari IPO ini akan sangat bergantung pada valuasi bisnis internet satelit Starlink, rencana pusat data AI berbasis luar angkasa, serta frekuensi peluncuran roket raksasa Starship.
Mega-IPO dan Taktik Retel yang Menimbulkan Tanda Tanya
Berbekal narasi ambisius sebagai perusahaan peluncuran paling aktif di dunia yang akan membuat perjalanan antarplanet menjadi nyata, SpaceX secara rahasia telah mengajukan dokumen IPO pada 1 April 2026.Targetnya bukan sekadar masuk bursa, melainkan menjadi salah satu dari 10 perusahaan terbesar di Amerika Serikat.
Dalam rencana IPO yang dijadwalkan debut pada Juni 2026 ini, SpaceX berniat meraup dana segar antara USD50 miliar hingga USD75 miliar (Rp850 triliun hingga Rp 1.275 triliun).
Namun, ada satu anomali strategis yang memantik perhatian tajam para analis pasar: SpaceX berencana mengalokasikan porsi yang sangat besar, yakni hingga 30 persen dari total saham IPO, khusus untuk investor ritel (individu).
Langkah ini mendobrak dominasi tradisional institusi perbankan dalam sejarah IPO raksasa. Meski demikian, sindikasi perbankan yang mengawal proses ini tetaplah luar biasa gemuk, melibatkan 21 bank investasi raksasa yang dipimpin oleh Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan, Bank of America, dan Citigroup.
Fokus strategis dari IPO ini akan sangat bergantung pada valuasi bisnis internet satelit Starlink, rencana pusat data AI berbasis luar angkasa, serta frekuensi peluncuran roket raksasa Starship.
Lihat Juga :