Rugi Rp85 Triliun, Mengapa Valuasi SpaceX Malah Meroket Tembus Rp29.750 Triliun?
Sabtu, 11 April 2026 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
Gelembung Valuasi dan Risiko "One-Man Show"
Menganalisis fenomena ini secara kritis, valuasi Rp 29.750 triliun yang dipatok SpaceX memicu kekhawatiran serius di Wall Street.Angka tersebut mencerminkan valuasi pasar yang melebihi 100 kali lipat dari total pendapatan tahunannya (100x revenue).
Dalam valuasi finansial konvensional, angka pengali ini sangatlah ekstrem dan rawan terhadap pecahnya gelembung pasar (market bubble). Investor sejatinya tidak sedang membeli kinerja keuangan SpaceX hari ini, melainkan membeli "janji dan mimpi fiksi ilmiah" Musk di masa depan.
Lebih dari itu, pengalokasian 30 persen saham untuk investor ritel memunculkan kritik terselubung.
Taktik ini dinilai sebagai cara Musk untuk memanfaatkan fandom atau basis penggemar fanatiknya demi menyerap valuasi yang mungkin dihindari oleh investor institusional yang lebih kalkulatif.
Ada pula risiko operasional dan manajerial yang sangat tinggi. Seluruh rencana bisnis yang bernilai kuadriliunan rupiah ini bergantung pada kesuksesan peluncuran roket Starship secara berfrekuensi tinggi.
Kegagalan teknis roket ini dapat menghancurkan jadwal penempatan satelit dan data center AI.
Selain itu, bayang-bayang risiko konsentrasi kepemimpinan (Concentration Risk) semakin menguat. Para investor institusi mempertanyakan secara serius kemampuan fisik dan mental Elon Musk untuk secara simultan mengawasi berbagai perusahaan bernilai triliunan dollar (Tesla, SpaceX, xAI, X/Twitter, Neuralink, dll).
(dan)
Lihat Juga :