Cetak Ahli-ahli Kesehatan, APL Hadirkan Inovasi Global Terbaru
Rabu, 01 April 2026 - 13:38 WIB
loading...
Christophe Piganiol, Direktur Utama PT APL.Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bagian dari Zuellig Pharma, terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi sistem kesehatan di Indonesia dengan memanfaatkan keahlian global, kapabilitas terintegrasi, serta operasional lokal yang kuat guna mendukung visi Indonesia Emas 2045 .
Sebagai salah satu perusahaan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, peran APL semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata di berbagai wilayah Indonesia.
Perluasan cakupan layanan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang kini menjangkau lebih dari 98 persen populasi , telah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Namun, Indonesia masih terus menghadapi berbagai tantangan struktural, termasuk perubahan pola penyakit, kebutuhan akan terapi inovatif dan rantai pasok layanan kesehatan yang lebih tangguh, serta kebutuhan untuk memastikan inovasi medis dapat diakses di seluruh wilayah negara kepulauan yang luas ini .
“Kami percaya bahwa setiap warga Indonesia berhak mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan berkualitas,” kata Christophe Piganiol, Direktur Utama PT Anugerah Pharmindo Lestari saatmedia gathering APL yang diselenggarakan menjelang Hari Kesehatan Sedunia (7 April), Rabu (1/4/2026).
“. Kami akan terus bekerja sama erat dengan mitra global kami untuk membawa keahlian yang relevan, praktik yang telah teruji, dan kemampuan yang lebih luas ke Indonesia, sehingga kami dapat membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses dan meningkatkan hasil perawatan pasien.”
Melampaui layanan utamanya dalam distribusi, komersialisasi, dan dukungan uji klinis, APL memainkan peran yang lebih luas dalam mempercepat transformasi sektor kesehatan Indonesia melalui transfer pengetahuan dan kemitraan strategis dengan para pemangku kepentingan utama
Menerapkan standar integritas dan keunggulan operasional tertinggi, APL turut mendorong peningkatan standar distribusi kesehatan di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi dalam operasionalnya.
Sebagai bagian dari solusi distribusi end-to-end, APL menghadirkan teknologi berstandar global melalui National Distribution Center (NDC) yang dilengkapi teknologi canggih.
Sistem cold chain handling terbaik di kelasnya, termasuk eZCooler, sebagai solusi pengemasan cold-chain unik, memastikan integritas produk tetap terjaga hingga ke titik pengiriman terakhir.
APL menerapkan sistem kontrol dan visibilitas digital mutakhir melalui pemantauan suhu real-time di National Distribution Center (NDC) dan seluruh jaringan cabang, yang didukung oleh sistem data terintegrasi dan analitik cerdas guna mengoptimalkan stok serta pengisian stok secara presisi.
Menanggapi tantangan penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia, APL memaksimalkan kapabilitas komersialisasinya untuk menghadirkan terapi inovatif global yang relevan dengan kebutuhan pasien lokal.
Dengan keahlian mendalam di sejumlah area terapi utama seperti kardiovaskular, diabetes, onkologi, respirasi, dan imunologi, APL berperan aktif sebagai mitra edukasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem kesehatan.
Melalui kolaborasi dengan perusahaan farmasi global, regulator, dan mitra pelanggan, APL telah mendukung lebih dari 22.000 tenaga kesehatan melalui berbagai program edukasi. .
Menyadari pentingnya inovasi kesehatan dan akses pasar, APL terus mendukung Pemerintah Indonesia serta industri farmasi dalam menjawab kebutuhan dukungan uji klinis berstandar global.
Transformasi kesehatan yang berkelanjutan membutuhkan penguatan ekosistem secara menyeluruh, tidak hanya pada distribusi dan inovasi, tetapi juga dalam pengembangan talenta, literasi kesehatan.
.
Sejalan dengan upaya untuk memperkuat sistem kesehatan di masa depan, APL juga berfokus pada pengembangan talenta melalui kompetisi di bidang inovasi keberlanjutan.
Pada tahun 2025, lebih dari 130 ide inovatif dihasilkan dari kompetisi yang diikuti oleh 52 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan luar negeri.
“Kami melihat transformasi kesehatan sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan,” tutup Christophe.
Sebagai salah satu perusahaan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, peran APL semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata di berbagai wilayah Indonesia.
Perluasan cakupan layanan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang kini menjangkau lebih dari 98 persen populasi , telah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Namun, Indonesia masih terus menghadapi berbagai tantangan struktural, termasuk perubahan pola penyakit, kebutuhan akan terapi inovatif dan rantai pasok layanan kesehatan yang lebih tangguh, serta kebutuhan untuk memastikan inovasi medis dapat diakses di seluruh wilayah negara kepulauan yang luas ini .
“Kami percaya bahwa setiap warga Indonesia berhak mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan berkualitas,” kata Christophe Piganiol, Direktur Utama PT Anugerah Pharmindo Lestari saatmedia gathering APL yang diselenggarakan menjelang Hari Kesehatan Sedunia (7 April), Rabu (1/4/2026).
“. Kami akan terus bekerja sama erat dengan mitra global kami untuk membawa keahlian yang relevan, praktik yang telah teruji, dan kemampuan yang lebih luas ke Indonesia, sehingga kami dapat membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses dan meningkatkan hasil perawatan pasien.”
Melampaui layanan utamanya dalam distribusi, komersialisasi, dan dukungan uji klinis, APL memainkan peran yang lebih luas dalam mempercepat transformasi sektor kesehatan Indonesia melalui transfer pengetahuan dan kemitraan strategis dengan para pemangku kepentingan utama
Menerapkan standar integritas dan keunggulan operasional tertinggi, APL turut mendorong peningkatan standar distribusi kesehatan di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi dalam operasionalnya.
Sebagai bagian dari solusi distribusi end-to-end, APL menghadirkan teknologi berstandar global melalui National Distribution Center (NDC) yang dilengkapi teknologi canggih.
Sistem cold chain handling terbaik di kelasnya, termasuk eZCooler, sebagai solusi pengemasan cold-chain unik, memastikan integritas produk tetap terjaga hingga ke titik pengiriman terakhir.
APL menerapkan sistem kontrol dan visibilitas digital mutakhir melalui pemantauan suhu real-time di National Distribution Center (NDC) dan seluruh jaringan cabang, yang didukung oleh sistem data terintegrasi dan analitik cerdas guna mengoptimalkan stok serta pengisian stok secara presisi.
Menanggapi tantangan penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia, APL memaksimalkan kapabilitas komersialisasinya untuk menghadirkan terapi inovatif global yang relevan dengan kebutuhan pasien lokal.
Dengan keahlian mendalam di sejumlah area terapi utama seperti kardiovaskular, diabetes, onkologi, respirasi, dan imunologi, APL berperan aktif sebagai mitra edukasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem kesehatan.
Melalui kolaborasi dengan perusahaan farmasi global, regulator, dan mitra pelanggan, APL telah mendukung lebih dari 22.000 tenaga kesehatan melalui berbagai program edukasi. .
Menyadari pentingnya inovasi kesehatan dan akses pasar, APL terus mendukung Pemerintah Indonesia serta industri farmasi dalam menjawab kebutuhan dukungan uji klinis berstandar global.
Transformasi kesehatan yang berkelanjutan membutuhkan penguatan ekosistem secara menyeluruh, tidak hanya pada distribusi dan inovasi, tetapi juga dalam pengembangan talenta, literasi kesehatan.
.
Sejalan dengan upaya untuk memperkuat sistem kesehatan di masa depan, APL juga berfokus pada pengembangan talenta melalui kompetisi di bidang inovasi keberlanjutan.
Pada tahun 2025, lebih dari 130 ide inovatif dihasilkan dari kompetisi yang diikuti oleh 52 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan luar negeri.
“Kami melihat transformasi kesehatan sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan,” tutup Christophe.
(wbs)
Lihat Juga :