Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
Jum'at, 27 Maret 2026 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Drone ini juga menunjukkan penurunan kinerja dalam kondisi visual tertentu. Menurut data, kinerjanya buruk dalam kondisi awan dengan kontras tinggi dan sinar matahari langsung yang terang. Jika pencegat kehilangan targetnya, ia akan terbang hingga ketinggian sekitar 50 meter sebelum turun.
Detail teknis dari skema yang dipublikasikan memberikan informasi lebih lanjut tentang konstruksi sistem tersebut. Kerangka pesawat dibangun dari komponen serat karbon, termasuk tabung karbon 8×100 mm dan elemen rangka karbon, bersama dengan komponen kerangka pesawat yang dicetak 3D.
Struktur tersebut mencakup sayap depan, rok samping, dan sejumlah permukaan aerodinamis yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas dan kemampuan manuver.
Sistem motor dan kontrolnya mencakup motor Skystars KOKO RS 2275 1950KV, pengontrol kecepatan elektronik Skystars KM60A AM32, dan servo BLUEARROW D0576 HS MG HV.
Drone ini menggunakan sistem quad-propeller iFlight Nazgul 5R V2 dan ditenagai oleh baterai lithium-polimer Gaoneng GNB2200 6S.
Sistem ini juga menggabungkan modul pemrosesan yang disebut "Igolka," yang digambarkan sebagai prosesor sinyal dengan modul kecerdasan buatan terintegrasi dan algoritma pembelajaran mesin. Hal ini menunjukkan adanya dukungan terintegrasi di dalamnya untuk melacak atau menyerang target.
Detail teknis dari skema yang dipublikasikan memberikan informasi lebih lanjut tentang konstruksi sistem tersebut. Kerangka pesawat dibangun dari komponen serat karbon, termasuk tabung karbon 8×100 mm dan elemen rangka karbon, bersama dengan komponen kerangka pesawat yang dicetak 3D.
Struktur tersebut mencakup sayap depan, rok samping, dan sejumlah permukaan aerodinamis yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas dan kemampuan manuver.
Sistem motor dan kontrolnya mencakup motor Skystars KOKO RS 2275 1950KV, pengontrol kecepatan elektronik Skystars KM60A AM32, dan servo BLUEARROW D0576 HS MG HV.
Drone ini menggunakan sistem quad-propeller iFlight Nazgul 5R V2 dan ditenagai oleh baterai lithium-polimer Gaoneng GNB2200 6S.
Sistem ini juga menggabungkan modul pemrosesan yang disebut "Igolka," yang digambarkan sebagai prosesor sinyal dengan modul kecerdasan buatan terintegrasi dan algoritma pembelajaran mesin. Hal ini menunjukkan adanya dukungan terintegrasi di dalamnya untuk melacak atau menyerang target.
Lihat Juga :