Panduan Deteksi Video Deepfake Langsung dari Ahlinya
Jum'at, 20 Maret 2026 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, perhatikan tanda-tanda visual yang tidak biasa. Waspadai kesalahan pencahayaan dan bayangan dalam video.
Deepfake sering melanggar hukum fisika tentang cahaya, menyebabkan bayangan pada wajah dan latar belakang tidak sesuai, atau pencahayaan pada kulit terlihat tidak alami.
Anda harus memberikan perhatian khusus pada garis rambut, karena Deepfake sering kali menunjukkan kedipan atau keburaman di sepanjang area ini karena algoritma overlay wajah.
Selain itu, perhatikan mata orang yang Anda ajak berinteraksi melalui layar. Orang normal berkedip 10-20 kali per menit, tetapi dalam video Deepfake, frekuensi kedipan mungkin terlalu rendah, terlalu tinggi, atau kedua mata mungkin berkedip tidak sinkron.
Setelah diperiksa lebih dekat, pantulan cahaya pada pupil kedua mata seringkali tidak persis sama.
Video deepfake seringkali memiliki gerakan mulut yang tidak sinkron. Ucapan dan gerakan bibir biasanya tertunda. Bentuk bibir juga rentan terhadap kesalahan saat mengucapkan bunyi seperti "m," "f," atau "t."
Pada akhirnya, Deepfake sangat buruk dalam meniru emosi; senyumannya seringkali kaku dan kurang memiliki kerutan alami, membuat wajah terlihat seperti telah disuntik Botox.
Deepfake sering melanggar hukum fisika tentang cahaya, menyebabkan bayangan pada wajah dan latar belakang tidak sesuai, atau pencahayaan pada kulit terlihat tidak alami.
Anda harus memberikan perhatian khusus pada garis rambut, karena Deepfake sering kali menunjukkan kedipan atau keburaman di sepanjang area ini karena algoritma overlay wajah.
Selain itu, perhatikan mata orang yang Anda ajak berinteraksi melalui layar. Orang normal berkedip 10-20 kali per menit, tetapi dalam video Deepfake, frekuensi kedipan mungkin terlalu rendah, terlalu tinggi, atau kedua mata mungkin berkedip tidak sinkron.
Setelah diperiksa lebih dekat, pantulan cahaya pada pupil kedua mata seringkali tidak persis sama.
Video deepfake seringkali memiliki gerakan mulut yang tidak sinkron. Ucapan dan gerakan bibir biasanya tertunda. Bentuk bibir juga rentan terhadap kesalahan saat mengucapkan bunyi seperti "m," "f," atau "t."
Pada akhirnya, Deepfake sangat buruk dalam meniru emosi; senyumannya seringkali kaku dan kurang memiliki kerutan alami, membuat wajah terlihat seperti telah disuntik Botox.
Lihat Juga :