Ajib Klaim Punya 7 Juta Pengguna, Trader Daerah Tumbuh Pesat
Jum'at, 13 Maret 2026 - 15:14 WIB
loading...
Ajaib mengklaim memiliki hampir 7 juta investor yang aktif bertransaksi di platform mereka. Foto: Gemini
A
A
A
JAKARTA - Di atas kertas, pencapaian aplikasi investasi digital Ajaib pada awal 2026 tampak luar biasa. Platform bergelar unicorn ini mengklaim telah menjaring hampir 7 juta pengguna.
Menariknya, dominasi pasar modal kini bukan lagi monopoli warga ibu kota. Sekitar 80 persen pertumbuhan pengguna Ajaib meledak dari luar wilayah Jabodetabek.
Meski demikian, Ajaib memilih bungkam soal total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) mereka ke publik.
Terdapat pergeseran perilaku yang radikal. Jutaan warga daerah yang tiga tahun lalu baru meraba-raba instrumen reksa dana, kini berevolusi menjadi scalper atau swing trader—pemburu keuntungan kilat yang agresif keluar-masuk bursa saham dalam hitungan jam.
Untuk memfasilitasi gaya bermain cepat investor daerah ini, Ajaib "menjual" kecepatan eksekusi transaksi. Perusahaan ini mengklaim masuk jajaran lima besar platform paling aktif secara nasional berdasarkan frekuensi perdagangan harian.
Tingginya lalu lintas ini turut dibentengi dengan sertifikasi keamanan infrastruktur internasional ISO 27001 agar aplikasi tidak lumpuh di jam sibuk.
Tentu saja, 7 juta pengguna terdaftar tidak akan berdampak signifikan bagi perputaran ekonomi jika mayoritas saldonya kosong atau hanya berisi modal ala kadarnya. Di tahun 2026, era pamer jumlah unduhan aplikasi sudah usai; pasar kini menuntut bukti kualitas aset.
Ajaib sendiri mengklaim ingin membantu negara mencapai target 40 juta investor.
Menariknya, dominasi pasar modal kini bukan lagi monopoli warga ibu kota. Sekitar 80 persen pertumbuhan pengguna Ajaib meledak dari luar wilayah Jabodetabek.
Meski demikian, Ajaib memilih bungkam soal total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) mereka ke publik.
Trader Daerah Tumbuh Pesat
Menganalisis tren pasar modal 2026, pemerataan akses internet telah mengubah lanskap investasi nasional. Kelompok usia produktif (25–40 tahun) di berbagai daerah kini memiliki senjata finansial yang setara dengan pialang di Sudirman. Mereka tidak sekadar mendaftar lalu diam.Terdapat pergeseran perilaku yang radikal. Jutaan warga daerah yang tiga tahun lalu baru meraba-raba instrumen reksa dana, kini berevolusi menjadi scalper atau swing trader—pemburu keuntungan kilat yang agresif keluar-masuk bursa saham dalam hitungan jam.
Untuk memfasilitasi gaya bermain cepat investor daerah ini, Ajaib "menjual" kecepatan eksekusi transaksi. Perusahaan ini mengklaim masuk jajaran lima besar platform paling aktif secara nasional berdasarkan frekuensi perdagangan harian.
Tingginya lalu lintas ini turut dibentengi dengan sertifikasi keamanan infrastruktur internasional ISO 27001 agar aplikasi tidak lumpuh di jam sibuk.
Tentu saja, 7 juta pengguna terdaftar tidak akan berdampak signifikan bagi perputaran ekonomi jika mayoritas saldonya kosong atau hanya berisi modal ala kadarnya. Di tahun 2026, era pamer jumlah unduhan aplikasi sudah usai; pasar kini menuntut bukti kualitas aset.
Ajaib sendiri mengklaim ingin membantu negara mencapai target 40 juta investor.
(dan)
Lihat Juga :