Iran Digempur AS, Pemimpin Barunya Mojtaba Khamenei Justru Berlangganan X Milik Elon Musk
Jum'at, 13 Maret 2026 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, pengaruh pemblokiran Selat Hormuz pastinya harus terus digunakan," tulis Mojtaba dalam cuitan yang diterjemahkan oleh platform X.
Di cuitan lainnya, ia menegaskan tidak akan mengabaikan balas dendam atas darah para martir yang gugur.
Lebih jauh, Khamenei juga mendesak negara-negara tetangga di Timur Tengah untuk memperjelas sikap politik mereka dan segera menutup pangkalan militer AS di wilayah masing-masing.
Efek Domino di Pasar Global 2026
Manuver fisik dan digital Iran ini langsung memukul tren pasar energi dunia. Ancaman penutupan Selat Hormuz bukanlah gertak sambal.
Berdasarkan data terkini, militer AS memang berhasil menenggelamkan 16 kapal penyebar ranjau milik Iran di perairan tersebut. Namun, secara mengejutkan, Iran tetap mampu mengirim jutaan barel minyak ke China melintasi jalur air yang tersendat itu. Analis meyakini bahwa China memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia dibandingkan negara lain.
Kepanikan rantai pasok ini membuat harga minyak global meroket tajam melewati USD100 atau setara Rp1.700.000 per barel.
Di cuitan lainnya, ia menegaskan tidak akan mengabaikan balas dendam atas darah para martir yang gugur.
Lebih jauh, Khamenei juga mendesak negara-negara tetangga di Timur Tengah untuk memperjelas sikap politik mereka dan segera menutup pangkalan militer AS di wilayah masing-masing.
Efek Domino di Pasar Global 2026
![Iran Digempur AS, Pemimpin Barunya Mojtaba Khamenei Justru Berlangganan X Milik Elon Musk]()
Manuver fisik dan digital Iran ini langsung memukul tren pasar energi dunia. Ancaman penutupan Selat Hormuz bukanlah gertak sambal.
Berdasarkan data terkini, militer AS memang berhasil menenggelamkan 16 kapal penyebar ranjau milik Iran di perairan tersebut. Namun, secara mengejutkan, Iran tetap mampu mengirim jutaan barel minyak ke China melintasi jalur air yang tersendat itu. Analis meyakini bahwa China memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia dibandingkan negara lain.
Kepanikan rantai pasok ini membuat harga minyak global meroket tajam melewati USD100 atau setara Rp1.700.000 per barel.
Lihat Juga :