Iran Digempur AS, Pemimpin Barunya Mojtaba Khamenei Justru Berlangganan X Milik Elon Musk
Jum'at, 13 Maret 2026 - 15:03 WIB
loading...
Sosok Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, memicu kontroversi setelah mendapat centang biru berbayar di platform X milik Elon Musk di tengah memanasnya perang AS-Iran awal 2026. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Saat rentetan rudal Amerika Serikat menghujani wilayahnya, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, justru sibuk mengobarkan perlawanan lewat platform media sosial milik miliarder asal AS, Elon Musk.
Mojtaba Khamenei memang baru saja ditunjuk memimpin Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pada hari pertama perang, 28 Februari lalu.
Namun, alih-alih bersembunyi dari pantauan teknologi Barat, ia secara terbuka menggunakan akun X (sebelumnya Twitter) bercentang biru dengan nama pengguna @Rahbarenghelab_ untuk menyuarakan ancamannya.
Pada Kamis sore, akun yang dengan cepat menjaring lebih dari 44.000 pengikut tersebut memuntahkan serangkaian cuitan berbahasa Persia yang menyoroti perang melawan AS dan Israel.
Mengapa melakukan ini? Karena menguasai narasi digital sama krusialnya dengan memenangi baku tembak di lapangan.
"Saudara-saudara pejuang yang terhormat! Keinginan massa adalah kelanjutan dari pertahanan yang efektif dan menimbulkan penyesalan.
Mojtaba Khamenei memang baru saja ditunjuk memimpin Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pada hari pertama perang, 28 Februari lalu.
Namun, alih-alih bersembunyi dari pantauan teknologi Barat, ia secara terbuka menggunakan akun X (sebelumnya Twitter) bercentang biru dengan nama pengguna @Rahbarenghelab_ untuk menyuarakan ancamannya.
Pada Kamis sore, akun yang dengan cepat menjaring lebih dari 44.000 pengikut tersebut memuntahkan serangkaian cuitan berbahasa Persia yang menyoroti perang melawan AS dan Israel.
Mengapa melakukan ini? Karena menguasai narasi digital sama krusialnya dengan memenangi baku tembak di lapangan.
"Saudara-saudara pejuang yang terhormat! Keinginan massa adalah kelanjutan dari pertahanan yang efektif dan menimbulkan penyesalan.
Lihat Juga :