Drama 2 Menit yang Bikin Ketagihan: Fenomena Micro Drama China Mendunia
Rabu, 11 Maret 2026 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Ashley Dudarenok, pendiri perusahaan konsultan ChoZan yang berbasis di Hong Kong, mengatakan popularitas micro drama tidak lepas dari tren video pendek yang dipopulerkan platform seperti Douyin dan Kuaishou.
Menurutnya, format drama vertikal yang pendek mulai berkembang pesat pada 2020 hingga 2021 saat pandemi, ketika konsumsi konten digital meningkat tajam.
Alasan kedua adalah alur cerita yang sangat cepat dan dramatis.
Anne Chan, CEO AR Asia Production, menggambarkan micro drama sebagai “versi ekstrem dari sinetron”.
“Setiap menit harus ada cliffhanger. Ceritanya manis, singkat, dan tajam,” ujarnya.
Dengan kata lain, micro drama dirancang untuk membuat penonton terus menonton episode berikutnya.
Seema Shah, Vice President Research and Insights di Sensor Tower, mengatakan micro drama memanfaatkan psikologi instant gratification.
“Penonton langsung mendapatkan kepuasan dari cerita yang bergerak cepat. Itu yang menjadi daya tarik utama,” katanya.
Setiap episode biasanya diakhiri dengan konflik atau kejutan sehingga penonton terdorong menonton episode berikutnya.
Format ini membuat micro drama mudah ditonton secara binge watching, meskipun setiap episode hanya berlangsung dua menit.
Data Sensor Tower menunjukkan bahwa aplikasi micro drama seperti ReelShort, DramaBox, dan GoodShort menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di kategori ini sepanjang 2025.
Ketiga aplikasi tersebut bahkan menyumbang sekitar 50 persen total unduhan aplikasi micro drama di Amerika Serikat.
Menurutnya, format drama vertikal yang pendek mulai berkembang pesat pada 2020 hingga 2021 saat pandemi, ketika konsumsi konten digital meningkat tajam.
Alasan kedua adalah alur cerita yang sangat cepat dan dramatis.
Anne Chan, CEO AR Asia Production, menggambarkan micro drama sebagai “versi ekstrem dari sinetron”.
“Setiap menit harus ada cliffhanger. Ceritanya manis, singkat, dan tajam,” ujarnya.
Dengan kata lain, micro drama dirancang untuk membuat penonton terus menonton episode berikutnya.
Mengandalkan Psikologi “Instant Gratification”
Para analis industri hiburan menilai popularitas micro drama juga terkait dengan perilaku konsumen modern yang menginginkan kepuasan instan.Seema Shah, Vice President Research and Insights di Sensor Tower, mengatakan micro drama memanfaatkan psikologi instant gratification.
“Penonton langsung mendapatkan kepuasan dari cerita yang bergerak cepat. Itu yang menjadi daya tarik utama,” katanya.
Setiap episode biasanya diakhiri dengan konflik atau kejutan sehingga penonton terdorong menonton episode berikutnya.
Format ini membuat micro drama mudah ditonton secara binge watching, meskipun setiap episode hanya berlangsung dua menit.
Menjadi Ekspor Budaya Baru China
Popularitas micro drama juga mulai terlihat di Amerika Serikat.Data Sensor Tower menunjukkan bahwa aplikasi micro drama seperti ReelShort, DramaBox, dan GoodShort menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di kategori ini sepanjang 2025.
Ketiga aplikasi tersebut bahkan menyumbang sekitar 50 persen total unduhan aplikasi micro drama di Amerika Serikat.
Lihat Juga :