Hujan Hitam yang Mengguyur Iran Mengandung Zat Racun Berbahaya

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:47 WIB
loading...
Hujan Hitam yang Mengguyur...
Hujan Hitam yang Mengguyur Iran. Foto/ Viet
A A A
TEHERAN - Sepanjang akhir pekan, media internasional melaporkan fenomena 'hujan hitam' di beberapa wilayah Iran, beberapa jam setelah serangan udara AS dan Israel terhadap fasilitas penyimpanan minyak di negara tersebut.

Beberapa media berita menggambarkan fenomena tersebut sebagai "hujan asam." Warga Iran melaporkan sakit kepala dan kesulitan bernapas, serta mencatat bahwa air hujan terkontaminasi minyak, yang menempel pada bangunan dan kendaraan.

Bulan Sabit Merah Iran memperingatkan bahwa hujan setelah serangan udara bisa bersifat asam dan sangat berbahaya

"Sebagai seorang ahli kimia atmosfer dan insinyur kimia yang mempelajari polusi udara, saya merasa laporan-laporan ini sangat mengkhawatirkan. Laporan-laporan ini menunjukkan bahwa situasinya bukan sekadar hujan asam," tulis Gabriel da Silva, profesor madya teknik kimia di Universitas Melbourne, diThe Conversationpada 9 Maret.

Jenis hujan ini mengandung asam, tetapi kemungkinan juga mencakup berbagai polutan lain yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan baik dalam jangka pendek maupun panjang. Bahkan mungkin lebih serius daripada yang tersirat dari istilah "hujan asam".

Menurut Gabriel da Silva, salah satu cara utama polutan udara dihilangkan dari atmosfer adalah melalui hujan. Ketika konsentrasi polutan di udara tinggi, tetesan hujan yang jatuh mengumpulkan zat-zat ini dan membawanya turun dari atmosfer.

Itulah mengapa "hujan hitam" turun dari langit setelah depot minyak di Iran diserang – sebuah tanda betapa parahnya polusi udara di daerah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Rekomendasi
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Start Mulus! Inggris...
Start Mulus! Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved