Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran

Jum'at, 06 Maret 2026 - 11:05 WIB
loading...
A A A
Sasarannya kini adalah menghancurkan stabilitas Republik Islam Iran itu sendiri. "Tidak ada yang kebal," ujar Nahum. "Tujuannya lebih luas sekarang, yaitu untuk menghancurkan rezim".

Perang Psikologis Lewat Layar Ponsel

Bagaimana cara menghancurkan sebuah pemerintahan tanpa harus meratakan seluruh negerinya? Jawabannya ada pada manipulasi psikologis rakyatnya.

Nahum mencontohkan dua insiden siber yang baru-baru ini menyebar luas: beredarnya rekaman audio yang diduga berisi suara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berbicara langsung kepada rakyat Iran, serta munculnya notifikasi (push notification) melalui aplikasi populer di Iran yang memberitahu warga sipil bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Insiden ini membuktikan bahwa operasi siber telah menjadi alat utama untuk menggulingkan rezim.

Israel dan AS kini memandang bahwa kampanye semacam ini sangat esensial untuk mempercepat lahirnya tekanan internal dari dalam negara Iran itu sendiri. Logikanya, membuat rakyat berontak akan jauh lebih efektif daripada menjatuhkan ribuan bom.

"Rezim tidak akan jatuh dengan sendirinya, atau bahkan hanya karena tembakan senjata," jelas Nahum. "Namun jika rakyat Iran bertindak, rezim itu akan jatuh lebih cepat".

Meskipun Iran pernah mencoba melakukan operasi serupa untuk memicu perpecahan di dalam wilayah Israel, Nahum menilai skala dan kecanggihan operasi siber Israel-AS saat ini sama sekali belum pernah terjadi sebelumnya.

Jejak Infiltrasi: dari Tahun 2010 hingga Menembus Urat Nadi Ekonomi

Akar dari konfrontasi digital mematikan ini sebenarnya sudah tertanam sejak tahun 2010. Saat itu, virus komputer canggih bernama Stuxnet, yang secara luas diyakini sebagai buatan Israel dan AS, berhasil menyusup dan merusak mesin sentrifugal nuklir milik Iran.

"Rezim seharusnya sudah paham sejak saat itu bahwa Israel dan AS telah berhasil menembus program nuklir mereka," kata Nahum. Bahkan sejak belasan tahun lalu, sistem mereka sudah berhasil dikompromikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Rekomendasi
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Masih 0 Poin, Kenapa...
Masih 0 Poin, Kenapa Senegal dan Irak Belum Tersingkir dari Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved