Tak Terdeteksi Iran, AS Gunakan Serangan Udara Canggih dalam Membunuh Khamenei

Minggu, 01 Maret 2026 - 22:33 WIB
loading...
A A A
Operasi diduga memanfaatkan kombinasi pemantauan satelit, drone pengintai, serta analisis komunikasi elektronik untuk mengetahui posisi target secara real-time.

Selain itu, penggunaan senjata presisi tinggi memungkinkan serangan diarahkan tepat ke titik tertentu tanpa perlu operasi darat.

Serangan simultan di beberapa lokasi juga disebut membuat sistem pertahanan udara Iran kesulitan merespons secara efektif.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Khamenei berada di kompleksnya di Teheran saat serangan awal terjadi. Citra satelit menunjukkan kerusakan signifikan di area tersebut setelah operasi berlangsung tulis Washington Post.

Faktor ini menjadi sangat penting. Meski dikenal memiliki sistem perlindungan ketat, seorang pemimpin tetap harus menghadiri pertemuan strategis, terutama ketika situasi keamanan sedang memanas. Jika posisi tersebut berhasil diketahui lawan, maka risiko serangan menjadi sangat tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Rekomendasi
Londo Ireng di Republik...
Londo Ireng di Republik Antikritik
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Nasi, Kentang, atau...
Nasi, Kentang, atau Pasta, Mana yang Paling Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Berita Terkini
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved