Kalahkan Emas, Mengapa Kartu Pokemon Bekas Logan Paul Laku Rp264 Miliar?
Jum'at, 27 Februari 2026 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
.jpg)
Melihat tren pasar di 2026, ancaman inflasi dan pelemahan nilai mata uang (debasement) membuat kaum kaya mencari kelas aset pelindung yang baru. “Bitcoin dan emas sudah sangat terekspos, tetapi di dunia barang koleksi, harga naik karena suatu alasan,” tegas Anthony.
Menurutnya, investasi pada barang koleksi berkualitas super sangat menguntungkan karena sifatnya yang awet dan bertahan lama.
Angka di pasar juga berbicara fakta. Data dari Grand View Research mencatat bahwa ukuran pasar barang koleksi di Amerika Serikat telah mencapai USD32,13 miliar (Rp514,08 triliun) pada 2025, dan diproyeksikan akan terus meroket hingga menembus USD48,08 miliar (Rp769,28 triliun) pada 2033.

Pertumbuhan ini mencatatkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 5,3 persen dari rentang tahun 2026 hingga 2033.
Tren luar biasa ini didorong oleh berbagai faktor, mulai partisipasi kolektor muda, berkembangnya pasar penjualan kembali (resale), standar autentikasi yang makin canggih, hingga barang-barang bernuansa nostalgia yang kini diakui sah sebagai aset penyimpan nilai.
“Ini benar-benar hanya soal penawaran dan permintaan," ungkap Josh Luber, salah satu pendiri StockX, terkait kekuatan industri barang koleksi.
Pada akhirnya, kartu Pokemon bukan lagi sekadar mainan masa kecil, melainkan sebuah instrumen finansial mutakhir di era modern.
(dan)
Lihat Juga :