Kalahkan Emas, Mengapa Kartu Pokemon Bekas Logan Paul Laku Rp264 Miliar?
Jum'at, 27 Februari 2026 - 13:10 WIB
loading...
Kartu Pokemon bersertifikasi PSA grade 10 milik Logan Paul resmi memecahkan rekor setelah terjual seharga Rp264 miliar kepada AJ Scaramucci, memicu era baru investasi alternatif di tahun 2026. Foto: ist
A
A
A
SAN FRANSISCO - Di saat masyarakat awam mengamankan kekayaannya dalam bentuk emas atau properti, seorang pemodal ventura muda justru membenamkan uang sebesar USD16,5 juta atau setara Rp264 miliar, hanya untuk menebus selembar kartu mainan anak-anak.
Kartu Pokemon langka dengan tingkat kesempurnaan tertinggi alias PSA grade 10 tersebut sebelumnya adalah milik selebritas internet, Logan Paul.
Melalui proses lelang yang alot selama 41 hari dan melibatkan 97 penawar, lelang resmi ditutup pada 16 Februari 2026.
Pemenang lelang tersebut adalah AJ Scaramucci, putra dari pendiri Skybridge Capital, Anthony Scaramucci. Nilai fantastis Rp264 miliar ini melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan harga beli Logan Paul pada 2021 lalu.
Bagi masyarakat umum, harga ini mungkin tidak masuk akal. Anthony menjelaskan bahwa pembelian super mahal ini secara otomatis menciptakan nilai paparan media (media buy) setara USD200 juta (Rp 3,2 triliun) secara cuma-cuma dari pemberitaan global.
“Salah satu pendekatan yang kami coba lakukan dengan kartu ini adalah membantu AJ mendapatkan eksposur di dunia barang koleksi, dan memberi tahu orang-orang bahwa ia akan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan,” ujar Anthony.
AJ diketahui sedang membangun perusahaannya sendiri yang diberi nama Treasuretrove.com.
![Kalahkan Emas, Mengapa Kartu Pokemon Bekas Logan Paul Laku Rp264 Miliar?]()
Melihat tren pasar di 2026, ancaman inflasi dan pelemahan nilai mata uang (debasement) membuat kaum kaya mencari kelas aset pelindung yang baru. “Bitcoin dan emas sudah sangat terekspos, tetapi di dunia barang koleksi, harga naik karena suatu alasan,” tegas Anthony.
Menurutnya, investasi pada barang koleksi berkualitas super sangat menguntungkan karena sifatnya yang awet dan bertahan lama.
Angka di pasar juga berbicara fakta. Data dari Grand View Research mencatat bahwa ukuran pasar barang koleksi di Amerika Serikat telah mencapai USD32,13 miliar (Rp514,08 triliun) pada 2025, dan diproyeksikan akan terus meroket hingga menembus USD48,08 miliar (Rp769,28 triliun) pada 2033.
![Kalahkan Emas, Mengapa Kartu Pokemon Bekas Logan Paul Laku Rp264 Miliar?]()
Pertumbuhan ini mencatatkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 5,3 persen dari rentang tahun 2026 hingga 2033.
Tren luar biasa ini didorong oleh berbagai faktor, mulai partisipasi kolektor muda, berkembangnya pasar penjualan kembali (resale), standar autentikasi yang makin canggih, hingga barang-barang bernuansa nostalgia yang kini diakui sah sebagai aset penyimpan nilai.
“Ini benar-benar hanya soal penawaran dan permintaan," ungkap Josh Luber, salah satu pendiri StockX, terkait kekuatan industri barang koleksi.
Pada akhirnya, kartu Pokemon bukan lagi sekadar mainan masa kecil, melainkan sebuah instrumen finansial mutakhir di era modern.
Kartu Pokemon langka dengan tingkat kesempurnaan tertinggi alias PSA grade 10 tersebut sebelumnya adalah milik selebritas internet, Logan Paul.
Melalui proses lelang yang alot selama 41 hari dan melibatkan 97 penawar, lelang resmi ditutup pada 16 Februari 2026.
Pemenang lelang tersebut adalah AJ Scaramucci, putra dari pendiri Skybridge Capital, Anthony Scaramucci. Nilai fantastis Rp264 miliar ini melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan harga beli Logan Paul pada 2021 lalu.
Bagi masyarakat umum, harga ini mungkin tidak masuk akal. Anthony menjelaskan bahwa pembelian super mahal ini secara otomatis menciptakan nilai paparan media (media buy) setara USD200 juta (Rp 3,2 triliun) secara cuma-cuma dari pemberitaan global.
“Salah satu pendekatan yang kami coba lakukan dengan kartu ini adalah membantu AJ mendapatkan eksposur di dunia barang koleksi, dan memberi tahu orang-orang bahwa ia akan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan,” ujar Anthony.
AJ diketahui sedang membangun perusahaannya sendiri yang diberi nama Treasuretrove.com.
.jpg)
Melihat tren pasar di 2026, ancaman inflasi dan pelemahan nilai mata uang (debasement) membuat kaum kaya mencari kelas aset pelindung yang baru. “Bitcoin dan emas sudah sangat terekspos, tetapi di dunia barang koleksi, harga naik karena suatu alasan,” tegas Anthony.
Menurutnya, investasi pada barang koleksi berkualitas super sangat menguntungkan karena sifatnya yang awet dan bertahan lama.
Angka di pasar juga berbicara fakta. Data dari Grand View Research mencatat bahwa ukuran pasar barang koleksi di Amerika Serikat telah mencapai USD32,13 miliar (Rp514,08 triliun) pada 2025, dan diproyeksikan akan terus meroket hingga menembus USD48,08 miliar (Rp769,28 triliun) pada 2033.

Pertumbuhan ini mencatatkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 5,3 persen dari rentang tahun 2026 hingga 2033.
Tren luar biasa ini didorong oleh berbagai faktor, mulai partisipasi kolektor muda, berkembangnya pasar penjualan kembali (resale), standar autentikasi yang makin canggih, hingga barang-barang bernuansa nostalgia yang kini diakui sah sebagai aset penyimpan nilai.
“Ini benar-benar hanya soal penawaran dan permintaan," ungkap Josh Luber, salah satu pendiri StockX, terkait kekuatan industri barang koleksi.
Pada akhirnya, kartu Pokemon bukan lagi sekadar mainan masa kecil, melainkan sebuah instrumen finansial mutakhir di era modern.
(dan)
Lihat Juga :