Miris, Hampir Separuh Email yang Dikirim di 2025 Ternyata Racun Digital
Senin, 16 Februari 2026 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Posisi berikutnya ditempati oleh Eropa dengan 21%, Amerika Latin 16%, Timur Tengah 15%, Rusia dan CIS 12%, serta Afrika dengan pangsa 6%.
Jika dibedah berdasarkan negara, China memegang predikat tingkat lampiran surel berbahaya tertinggi dengan pangsa deteksi sebesar 14%.
Rusia mengikuti di peringkat kedua (11%), disusul oleh Meksiko (8%), Spanyol (8%), dan Turki (5%).
Menariknya, aktivitas deteksi antivirus pada surel ini menunjukkan grafik yang memuncak secara moderat pada bulan Juni, Juli, dan November, yang sering kali bertepatan dengan periode liburan atau musim belanja besar.
Pakar anti-spam di Kaspersky, Roman Dedenok, memperingatkan bahwa satu dari sepuluh serangan bisnis kini dimulai dengan taktik phishing.
"Bahkan detail terkecil pun dirancang dengan cermat dalam kampanye berbahaya ini, termasuk komposisi alamat pengirim dan penyesuaian konten dengan proses internal perusahaan yang sebenarnya," ujar Dedenok.
Salah satu pendorong utama kecanggihan ini adalah komodifikasi Kecerdasan Buatan (AI) generatif.
Teknologi ini memungkinkan penyerang menciptakan pesan phishing yang sangat personal dan meyakinkan dalam skala besar dengan upaya minimal.
Jika dibedah berdasarkan negara, China memegang predikat tingkat lampiran surel berbahaya tertinggi dengan pangsa deteksi sebesar 14%.
Rusia mengikuti di peringkat kedua (11%), disusul oleh Meksiko (8%), Spanyol (8%), dan Turki (5%).
Menariknya, aktivitas deteksi antivirus pada surel ini menunjukkan grafik yang memuncak secara moderat pada bulan Juni, Juli, dan November, yang sering kali bertepatan dengan periode liburan atau musim belanja besar.
Pakar anti-spam di Kaspersky, Roman Dedenok, memperingatkan bahwa satu dari sepuluh serangan bisnis kini dimulai dengan taktik phishing.
"Bahkan detail terkecil pun dirancang dengan cermat dalam kampanye berbahaya ini, termasuk komposisi alamat pengirim dan penyesuaian konten dengan proses internal perusahaan yang sebenarnya," ujar Dedenok.
Salah satu pendorong utama kecanggihan ini adalah komodifikasi Kecerdasan Buatan (AI) generatif.
Teknologi ini memungkinkan penyerang menciptakan pesan phishing yang sangat personal dan meyakinkan dalam skala besar dengan upaya minimal.
Lihat Juga :