Miris, Hampir Separuh Email yang Dikirim di 2025 Ternyata Racun Digital

Senin, 16 Februari 2026 - 11:24 WIB
loading...
Miris, Hampir Separuh...
Kotak masuk surel di layar komputer yang menunjukkan betapa masifnya infiltrasi serangan siber yang kini menyasar celah kelalaian manusia melalui korespondensi digital. Foto: Sindonews/ChatGPT
A A A
JAKARTA - Ancaman siber melalui surat elektronik kian mengkhawatirkan setelah data terbaru menunjukkan hampir separuh dari lalu lintas surel global sepanjang 2025 merupakan spam yang mengandung risiko keamanan serius.

Lanskap keamanan digital di 2025 menandai pergeseran taktik kriminal siber yang semakin canggih dan terarah.

Berdasarkan data telemetri yang dirilis oleh Kaspersky, sebanyak 44,99% dari total lalu lintas surel global pada 2025 dikategorikan sebagai spam.

Angka ini bukan sekadar statistik tumpukan pesan sampah, melainkan pintu masuk bagi ancaman yang lebih berbahaya seperti penipuan, phishing, hingga malware.

Sepanjang 2025, tercatat individu maupun pengguna korporat di seluruh dunia harus menghadapi lebih dari 144 juta lampiran surel berbahaya. Jumlah ini mencerminkan lonjakan sebesar 15% jika dibandingkan dengan capaian angka pada tahun sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa meski sistem keamanan perusahaan terus ditingkatkan, pelaku kejahatan siber tetap menemukan celah melalui volume serangan yang masif dan konten yang semakin persuasif.

Asia Pasifik di Garis Depan Ancaman

Secara geografis, wilayah Asia Pasifik menjadi target utama dengan menguasai pangsa deteksi antivirus surel terbesar, yakni mencapai 30%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rahasia di Balik Simbol...
Rahasia di Balik Simbol @ Berasal dari Tahun 1536
8,4 Miliar Lebih Akun...
8,4 Miliar Lebih Akun Email Pengguna Dijual
Cegah Rp8 Triliun Melayang:...
Cegah Rp8 Triliun Melayang: Kecanggihan Fitur Anti-Spam vs Lengahnya Literasi Warga
Demi Gengsi, Yahoo Siap...
Demi Gengsi, Yahoo Siap Jual AOL ke Bending Spoons
Gmail Sangkal Data Penggunanya...
Gmail Sangkal Data Penggunanya Mendapat Serangan Siber
2,5 Miliar Lebih Data...
2,5 Miliar Lebih Data Pengguna Gmail Terancam Bocor
Kemendagri-Korsel Matangkan...
Kemendagri-Korsel Matangkan Pengembangan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112
Polisi Tangkap Pengirim...
Polisi Tangkap Pengirim Email Teror Bom ke 10 Sekolah di Depok
PLN Icon Plus Tawarkan...
PLN Icon Plus Tawarkan Layanan Email Terintegrasi untuk Korporasi dan Pemerintahan
Rekomendasi
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
Berita Terkini
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved